Banyak kasus Bundir yang saat ini beredar.. jadi perhatian khusus di pikiran saya.
Sedih tiap kali baca beritanya.
Sebegitu lelahnya-kah dengan hidup??
Dan menyedihkannya lagi. Kebanyakan yang melakukannya adalah anak-anak muda di usia produktif.
Bahkan saat baca di kolom komentar..
Ternyata banyak remaja-remaja yang punya pemikiran demikian. Naudzubillah min dzalik..
Inilah kenapa saya selalu concern untuk mengajak kawan-kawan jangan sampai sedikitpun merasa lelah dan menyerah.
Ketika kita mulai gampang menyerah..
Gampang mengeluh capek. Setan akan masuk ke pikiran menggoda agar manusia mengambil jalan yang sesat.
Sebab.. bundir ini adalah dosa yang besar di dalam Islam.
Karena menyerah dalam hidup..
Adalah bentuk berputus asa dari Rahmat Alloh. Dan Alloh tidak suka dengan itu.
Hidup ini pasti akan berubah baik insyaallah.. selama kita masih mau bertahan dan terus hidup.
Kalau semua urusan hidup dipikir ribet pasti akan ribet..
Dari A-Z nya selalu ada masalah.
Pasti lelah kalau semua dipikir sebagai masalah.
Tapi kalau dari awal A sudah langsung Alloh.. Maka yang B-Z sudah tak jadi masalah.
Semua sudah berada di bawah kendali Alloh yang Maha Besar.
Ini juga jadi perhatian untuk kita para orangtua. Bahwa anak-anak kita saat ini butuh bekal yang sangat banyak dan kuat.
Setidaknya.. berikan mereka 3 bekal ini :
1. Akidah
Seringlah bicara dengan anak-anak tentang iman kepada Alloh. Tentang Akidah.
Untuk apa kita diciptakan. Kemana kita akan menuju. Darimana semua sumber kehidupan ini.. Dan lain-lain.
Jangan bosen ngobrol dengan anak-anak tentang urusan iman dan akidah.
2. Adab
Karena adab adalah modal untuk kita bisa berhubungan dengan orang lain.
Makin bagus adab, makin besar cinta orang pada kita. Dan makin besar cinta yang didapatkan, makin merasa seseorang itu dihormati dan dihargai.
Dan ini dimulai dari rumah. Ajarkan adab dan kasih sayang.
3. Kemandirian
Siapkan anak-anak untuk mandiri. Semakin cepat anak-anak mandiri, semakin kuat mereka bertumbuh.
Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam sudah safar dari sejak 10 tahun. Dan ini menguatkan mental.
Dan pendidikan kemandirian ini biasanya ditentukan dari apakah si orang tua punya visi atau tidak untuk anaknya.
Ayo para ayah..
Para ibu..
Jangan sibuk kerja terus. Berikan waktu untuk anak-anak kita..
Ajakin ngobrol. Bangun hubungan..
Dan yang penting, berikan sedikit unsur "Tega" dalam pendidikan.
Karena semua tahapan pendidikan kemandirian, dibutuhkan unsur "Tega" dalam praktiknya.
Semakin tidak tega..hasilnya semakin manja.
Semakin manja, makin susah untuk mandiri.
Begitu kena ujian.. langsung pusing.
Ada tantangan.. langsung putus asa dan menyerah. Kecewa dikit update status..
Baper dan feeling lonely.