Ada kawan yang banyak berkata..
"Iya ustadz.. saat ini saya cuma bisa berdoa".
Kawan.. doa itu bukan "cuma".
Doa itu kekuatan yang besar yang Alloh berikan untuk orang beriman.
Nggak sepele lho ini.
Doa itu menembus sekat-sekat ketidakberdayaan.
Doa itu menghancurkan batasan dan memunculkan harapan.
Tidak ada hal yang Alloh ciptakan lebih kuat dari TakdirNya sendiri kecuali doa.
Doa bisa mengubah takdir seseorang..
Mendahului bala.
Dan menyempurnakan keadaan.
Bahkan.. Kalau kita cermati.
Kita makan yang halal, ibadah yang rajin, istiqomah beramal..
Semua itu salah satu manfaatnya adalah agar doa-doa kita dikabulkan oleh Alloh.
Tidak ada yang mustahil saat doa sudah dilangitkan.
Tidak ada yang terlalu kecil saat doa sudah dipanjatkan.
Batasannya hanya tinggal 1 saja.. yakni kekuasaan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Sebab itu.. doa juga berarti wujud keyakinan bahwa segala hal di dunia ini tunduk dalam kekuasaan Alloh saja.
Maka.. masih bisa berdoa itu harus disyukuri.
Hati masih pingin berdoa itu pun bagian dari hidayah dan iman.
Justru khawatirlah kalau sudah mulai muncul rasa untuk berdoa saja sudah malas.
Putus asa bahkan sebelum berdoa..
Apalagi terpikir..
"Berdoa juga percuma.."
Seorang mukmin yang tidak ingin berdoa, ia sedang perlahan mulai meragukan kekuasaan Alloh. Dan tak lama.. biasanya mulai kehilangan manisnya iman.