Guru saya mengajarkan begini.
Salah satu cara untuk ngukur apakah ibadah kita ini baik atau tidak, diterima atau tidak oleh Alloh, dan apakah berdampak atau tidak ke diri kita..
Cukup lihat saja bagaimana keadaan kita TEPAT setelah melakukan ibadah.
Bukan saat ibadahnya.
Ciri sholatmu baik adalah jika selepas sholat, kau lantas duduk lama menikmati dzikir setelahnya..
Tidak bergegas beranjak.
Itu ciri sholatmu baik.
Kalau setelah sholat kau rasanya pingin segera kabur aja..
Maka perlu waspada. Jangan-jangan sholat kita belum diterima Alloh.
Sedekah juga begitu..
Ciri Sedekah kita baik dan diterima adalah tepat setelah sedekah, bagaimana sikapmu..
Bangga, atau ikhlas..??
Bermajelis pun demikian..
Setelah belajar, setelah ngaji bagaimana akhlakmu..??
Tajam lisan kepada orang lain, atau semakin baik kepada sesama.
Haji dan umroh pun sama..
Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang haji yang mabrur. Apa ciri haji mabrur??
Beliau menjawab..
“Suka (bersedekah) memberi makan dan memiliki tutur kata yang baik.” (HR. Hakim)
Ini menunjukkan bahwa ukuran kebaikan ibadah justru bukan saat beribadah. Itu ya perlu..
Tapi yang lebih penting untuk diperhatikan adalah selepas kita beramal ibadah.
Tepat setelah itu..