Selama prosesnya benar dari awal..
Saya meyakini bahwa pasangan yang hari ini menjadi istri atau suami kita adalah orang terbaik yang sudah Alloh pilihkan untukmu.
Itu takdir terbaik yang sesuai dengan kapasitasmu.
Jika ada yang kemudian merasa bahwa tak ada satupun kebaikan dari pasanganmu.
Ada 3 kemungkinan sebabnya..
1. Kurang terbiasa mensyukuri yang sedikit dari apa-apa yang Alloh karuniakan. Alhasil, hati tidak terbiasa Qona'ah. Sibuk mencari yang tidak ada pada pasangan, tapi lupa mensyukuri.. bahwa diri harusnya bersyukur karena sudah punya pasangan.
2. Fokus pada kekurangan pasangan dari pada kelebihannya. Padahal Rasulullah Shollallahu'alaihi wassallam bersabda..
لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِىَ مِنْهَا آخَرَ
“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah (pasangannya). Jika si pria tidak menyukai suatu akhlak pada si wanita, hendaklah ia melihat sisi lain yang ia ridhoi.” (HR. Muslim)
Tidak ada manusia tanpa kekurangan. Jika dicari pasti ketemu. Akhirnya kita hanya akan menemukan semakin banyak kekurangan yang berujung pada semakin bencinya pada pasangan.
3. Ini yang paling bahaya..
Diri kita masih terlibat dalam maksiat yang menyebabkan setan mendekat dan menutup mata kita dari segala bentuk kebaikan pasangan. Entah itu zina, selingkuh, harta haram atau lainnya.
Jauhi maksiat.. karena maksiat menutup mata dan hati dari kenikmatan atas yang halal.
Dari tulisan ini saya mengajak.. mari bersyukur dengan pasangan yang sudah Alloh berikan.
Karena bagaimana pun.. dia pasti adalah yang terbaik. Yang padanya, terdapat potensi pahala bagi kita.
Mungkin karena harus bersabar..
Atau mungkin karena harus dipaksa belajar ikhlas.
Alloh lebih tahu..
Ikuti dulu jalannya. Syukuri, bersabar, dan tawakal.