Tidak akan nampak seseorang itu berharga atau tidak bagi hidup kita, sebelum kita dihadapkan oleh Alloh pada keadaan yang sulit.
Karena terkadang..
Saat diri ini sedang senang, justru kita buta dan tak peka.
Berapa banyak orang yang ketika diberikan kesenangan.. justru ia merayakannya dengan orang-orang yang baru dikenalnya.
Ia lupa dengan mereka yang dulu menemani dan ikut berjuang.
Pas lagi kuliah.. ayah ibunya yang kerja keras dan banting tulang mencari biaya.
Pas sudah wisuda.. foto selfi dengan pacar sambil ditambah caption.. "Terimakasih sudah menemani selama ini."
( Arrrgggghhh..
pukulan maut)
Hehehe.. dikutuk jadi kulkas dua pintu baru tahu rasa.
Saat sulit, ditemani istri yang siap berjuang bersama. Begitu mudah dan penuh kelapangan..
Ada wanita lain yang justru diajak menikmati seluruh harta.
Itulah manusia..
Rasa senang terkadang membuat lupa dengan yang dulu menemani berjuang. Kalau sedih kembali datang, baru teringat siapa yang benar-benar sayang.
Saya teringat Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiallahu'anhu pernah berkata..
"Jika saat kau sedang senang, engkau mengingat seseorang.. itu artinya engkau mencintai orang itu.
Dan jika saat kau sedang susah lalu kau mengingat seseorang.. itu artinya, orang itu yang paling baik kepadamu."
Maka jangan salahkan Alloh jika Alloh kirimkan untukmu kesedihan dan keterpurukan hidup.. mungkin itu cara Alloh mengingatkanmu untuk senantiasa berterima kasih dengan orang-orang di masa lalu.
Orang-orang di masa perjuanganmu.