Seringkali.. yang membentuk hidup seseorang bukanlah perkataan hikmah atau kata-kata motivasi yang menyemangati.
Bukan dari guru, bukan dari mentor atau dari panggungnya motivator.
Kata-kata dari mereka punya pengaruh, punya energi menggerakkan.. namun kita semua pasti pernah merasakan, bahwa itu tidak lama.
Sepulang dari rumah guru..
Sekembali dari tempat sang mentor.
Semangat kembali kendor.
Pikiran pun mulai kotor.
Walhasil.. hidup kembali ke Error.
Seringnya, yang mampu mengubah dan mampu membentuk kehidupan seseorang secara permanen adalah kejadian paling pahit yang dialami. Atau peristiwa paling menyakitkan yang dirasakan.
Itulah yang terkadang mampu mengubah seseorang.
Meski sebenarnya..
Jika telah datang peristiwa pahit dan kejadian yang menyakitkan..? itu tandanya, semua nasihat yang datang selama ini lewat kata sudah tak lagi mempan dan tak mampu mengubah karaktermu.
Maka, berhati-hatilah..
Jika tak bisa dinasihati lewat kata, jangan salahkan Alloh ﷻ jika kemudian menasihatimu lewat peristiwa.
Dan tentu saja..
Dijamin sakit dan menimbulkan trauma.
Karena diujar dan dihajar.. pasti beda rasanya.
Sudah dari dulu, begitulah rumusnya. Jika nasihat dan ajakan dari para Nabi tak lagi didengarkan.. Alloh akan kirimkan adzab untuk membuat manusia terbuka hatinya.
Namun beruntungnya kita umat Rasulullah ﷺ masih punya kesempatan tobat dan berubah.
Peristiwa semenyakitkan apapun, seringkali Alloh Subhanahu Wa Ta'ala kirimkan bukan untuk menghancurkan, tapi untuk menguatkan dan menjadikannya pelajaran.
Bangkit yuk..!!
Hadza Rohmatum mir Robbi..