Suami yang bekerja keras untuk keluarganya itu, terkadang tak butuh dimanjakan, atau dirayu dengan pujian. Bahkan tak selalu perlu juga dipijat untuk membuatnya senang.
Sebab itu memang jadi kewajibannya..
Ia sudah siap dengan semua resiko lelah dan beratnya mencari nafkah.. maka pujian tak selalu diharapkannya.
Cukup berikan (sediakan) makanan atau minuman yang ia suka. Maka hal itu telah mampu membuat seorang suami merasa dihargai. Atau bisa belikan dia satu barang yang mungkin dia tahan betul untuk dibeli, padahal sebenarnya begitu menginginkannya.
Karena terkadang, seorang suami tak tega untuk menggunakan uangnya sendiri demi dirinya. Meski itu adalah hal yang paling disukainya.
Baginya, yang lebih ia pikirkan adalah kecukupan keluarganya. Senang dan kenyangnya keluarga.
Namun tatkala sang istri yang membelikan apa yang paling disenanginya (meski uangnya dari sang suami juga).. maka akan ada dua kebahagiaan yang didapatkan oleh seorang suami saat itu juga..
Pertama, Ia mengetahui bahwa istrinya begitu perhatian dan mengenalnya.
Kedua, Ia merasakan kebahagiaan disaat bisa menikmati jirih payahnya (uang yang ia cari) sendiri.