Nggak usah terlalu mikirin omongan orang, karena kadang yang ngomong saja nggak pakai mikir.
Mikirin omongan orang yang ngomongnya nggak mikir itu adalah tindakan yang sia-sia.
Mereka bicara tanpa hati, kita yang mendengar kok memasukkannya ke hati.. ini namanya adalah bentuk sakit hati yang diizinkan.
Nasihat guru saya..
Dalam proses membangun impian dan memperbaiki diri, ada satu keahlian yang harus kita miliki agar proses itu berhasil. Yaitu Ndableg..
Tutup kuping, sabar hati, tebel muka dan tetep fokus kepada tujuan.
Yang boleh didengarkan hanya 2 orang ini saja..
1. Guru/ Ustadz/ Mentor yang mengerti betul tujuan kita.
Beliau perlu untuk didengarkan karena beliaulah yang bisa menunjukkan rutenya sekaligus mengingatkan jika kita salah langkah. Baik dalam proses memperbaiki diri, berarti dalam hal ini adalah guru/ Ustadz kita saat mengaji. Baik juga dalam proses mewujudkan impian, berarti dalam hal ini adalah para mentor.
2. Orang tua kita.
meski tak harus diikuti jika beliau belum paham tentang tujuan/ goal kita. Namun tetap dengarkan agar tak jadi anak durhaka. Tujuan tetap fokus, namun caranya.. sesuaikan agar orang tua kita tak khawatir dan tidak tersinggung. Cari jalan tengah dengan mendengarkan beliau dan fleksibel dalam cara dan langkah.
Selain 2 orang di atas.. boleh untuk sejenak kita abaikan. Sebab, tindakan yang kita lakukan haruslah tindakan yang berdampak untuk tujuan kita, untuk keluarga yang akan kita beri makan dan yang kita ajak menuju surga.
Tak perlu terlalu memikirkan apa kata orang atau menuruti perkataan mereka jika hanya ingin sekedar membuat mereka terpukau dan terpana. Sebab nanti, kalau semua impian telah terwujud, biasanya otomatis mereka akan terpana juga pada akhirnya.