Ini hal dasar dalam kecerdasan finansial.
Bahwa belilah yang kita butuhkan, bukan yang orang lain butuhkan.
Biarlah orang lain membeli kendaraan mewah, tas mahal, atau HP yang hi-tech.
Mungkin mereka memang memerlukan itu. Untuk pekerjaannya atau demi kepentingan yang mereka tahu peruntukannya.
Namun bagi kita?? Belum tentu.
Semua barang yang dibeli orang lain tak harus kita beli, sebab belum tentu kita perlu.
Jangan hanya karena orang-orang membeli sesuatu yang mahal dan mewah.. lalu kita ikut membelinya hanya supaya dianggap setara level kekayaannya. Padahal kita sendiri belum tentu membutuhkannya atau bahkan sebenarnya tidak butuh sama sekali.
Mereka beli HP canggih buat kerja.. lah kita mungkin hanya buat selfie.
Mereka di Coffee Shop ketemu klien.. lha kita mungkin sekedar untuk instastory.
Dan banyak lagi yang akhirnya berujung membeli atau kepingin hanya karena melihat orang lain punya itu dan bisa begitu.
Terlebih lagi.. maksa beli, tapi belum ada duit untuk membelinya.
Ini lebih menyedihkan lagi. Konyol..
Alhasil sampai-sampai harus memaksakan diri, mencari sumber haram, dan membuka pintu hutang yang akhirnya menyempitkan hidup.
Ini kecerdasan dasar yang banyak hari ini mulai ditinggalkan orang, terlebih anak muda kaum milenial.
Melihat selebgram pakai.. Pingin pakai.
Melihat artis beli.. pingin suatu saat beli.
Lihat circle-nya punya.. harus punya juga.
Maka tak aneh jika para penipu tetap mendapatkan banyak korban setiap masanya.
Karena sebenarnya.. yang membuat fenomena ini meraja lela adalah 2 hal ini..
Yaitu Sifat serakahnya para penipu, yang bertemu dengan keinginan cepet kaya kaum bawah yang tak tahu prioritas dalam hidupnya. Klop..!!