Salah satu kalimat terpopuler seputar hubungan antara uang dan karakter adalah..
"Kalau punya banyak uang, biasanya nanti berubah".
Sering dengar statement seperti di atas?
Hehe.. maafin, Saya termasuk yang tidak sepakat.
Yang saya sepakat adalah yang ini...
"Uang tidak akan pernah mengubah seseorang. Uang hanya akan menunjukan karakter asli seseorang."
Kalau dasarnya baik, makin kaya makin baik. Makin banyak sedekah, makin banyak nolong orang, nyumbang masjid, ngerawat anak yatim. Di matanya, uang adalah sarana memudahkan diri ngumpulin pahala.
Bahkan saat belum punya pun sudah bermental penolong. Maka saat punya lebih pun, makin ringan dalam menolong.
Harta jadi sebabnya makin ringan dalam beramal sholeh.
Tapi..
Kalau dasarnya buruk hati dan buruk akhlak.. makin kaya makin buruk perangainya.
Makin pelit, mudah merendahkan orang lain, makin sombong. Kekayaan menjadi alasan untuk semakin menindas dan mempersulit orang lain.
Jangankan saat kaya.. saat miskin pun biasanya sudah bermental memikirkan diri sendiri (egois). Yang penting saya dapat, nggak usah peduli dengan yang lain. Dan akan mulai cari menangnya sendiri. Ini banyak kita lihat.
Biasanya banyak kelihatan kalau pas ada pembagian sesuatu gratis nih.. hehehe..
Ngambil sebanyak-banyaknya tanpa peduli yang lainnya. Kalau saat miskin sudah bermental serakah, saat kaya pun tak menjamin bisa sembuh.
Pada akhirnya, sebenarnya uang hanyalah alat yang akan mengungkapkan siapa jati diri kita yang sesungguhnya.
Uang hanya akan memunculkan siapa kita di sisi yang terdalam.
Tak salah jika para ulama merekomendasikan, jika ingin mengetahui akhlak asli seseorang..
Maka ujilah dengan 3 hal :
1. Berikan ia kekuasaan.
2. Berurusanlah dengan dia seputar harta.
3. Dan titipi ia amanah.
Karena sejatinya.. baik buruknya akhlak bukan ditentukan dari banyak sedikitnya uang. Namun dari seberapa imannya kita dengan hari akhir. Dimana hari itu kita akan mempertanggungjawabkan semuanya.
Semakin takut.. akan semakin lurus akhlaknya.