Semakin dewasa saya semakin sadar..
Bahwa siapapun yang datang kepada saya, saya akan terima dengan senyuman terbaik. Tapi tidak dengan pengharapan yang besar atas apa yang mereka bawa.
Saya mulai membiasakan diri untuk tidak mudah antusias dan berharap berlebihan dari setiap pertemuan.
Bisa jadi mereka datang dengan sesuatu.. karena juga berharap sesuatu dari kita. Dan ketika dinilai bahwa kita tak mampu memberikannya, apa yang dibawa pun tak jadi diberikan.
Karena sudah terlalu sering saya bertemu dengan mereka yang membawa janji.. tapi ternyata tak ada kabarnya lagi.
Ada banyak yang bercerita tentang peluang besar dan keuntungan.. tapi tak lama saya melihat mereka mengerjakannya dengan orang yang lain lagi.
Dulu saya selalu antusias saat bertemu orang baru. Terlebih yang menurut hitungan akal dan apa yang mereka tampakkan membawa keuntungan di masa depan. Baik untuk dakwah, atau pun untuk pribadi.
Namun ternyata itu keliru..
Alloh ﷻ ajarkan agar kembali berharap kepada Alloh dengan setotal-totalnya.
Yang manusia bawa itu terbatas.
Yang manusia janjikan tak selalu sesuai harapan.
Kita terlalu berharap dibantu oleh manusia yang sepertinya memberi .. sampai lupa bahwa mungkin saja setelah pulang, mereka berubah pikiran.
Maka akhirnya saya belajar,
Saya akan sangat bahagia dan gembira saat bertemu orang lain. Karena di sana ada salam, doa mendoakan, saling berbagi pengalaman, ilmu dan saling menasihati.
Tapi saya akan berhenti untuk antusias kepada manusia ketika mereka sudah mulai bicara tentang peluang, janji-janji dan hal-hal besar yang menggiurkan.
Dan itu sekaligus cara saya memaksa untuk belajar..
Bahwa berharap yang terbaik itu adalah berharap kepada Alloh. Dan tawakal atas apa yang Alloh ﷻ tetapkan.
وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بَا لِغُ اَمْرِهٖ ۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
"Dan barang siapa bertawakal kepada Alloh, niscaya Alloh akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Alloh melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Alloh telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu." (QS. At-Talaq: 3)
Manusia bisa berubah pikiran dan meninggalkan. Tapi Alloh selalu membersamai kita dan tak pernah mengecewakan.