Saya belajar dari pengalaman hidup, bahwa akhirnya orang yang benar-benar paham agama dan mempraktekannya itu akan terlihat dari 2 perkara mendasar.
• Pertama, ia tidak akan pernah meremehkan dosa. Sekecil apapun dosa itu. Oleh karenanya, ia akan selalu rajin beristighfar meminta ampun kepada Alloh Ta'ala.
Baginya.. setiap dosa adalah sebab bagi terhalangnya rahmat Alloh untuknya. Padahal, rahmat Alloh azza wa jala adalah sumber segala kemudahan dalam beragam urusan, baik dunia sampai akhirat.
Ia begitu berhati-hati dalam hidup.
Sebab sekecil apapun perbuatan, kelak akan ia pertanggungjawabkan.
Hati-hati berurusan dengan Alloh. Dan berhati-hati pula dengan manusia.
Tak heran jika sekelas Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam pun tetap beristighfar 70 kali bahkan 100 kali setiap hari padahal beliau terjaga dari dosa. Sebab sifat ini adalah kemutlakan bagi orang sholeh. Yaitu tidak menganggap remeh dosa. Titik.
Dampaknya dalam bersosial, ia akan senantiasa menjaga diri agar tak mudah menyakiti orang lain. Cepat meminta maaf jika ia salah atau bahkan hanya sekedar mengganggu kenyamanan orang lain. Sebisa mungkin, ia akan berusaha membuat semua orang di sekitarnya tidak mendapatkan kemudharatan atas keberadaannya.
Hidup dengan tujuan.. TIDAK MENYUSAHKAN ORANG LAIN.
• Kedua, ia tidak akan pernah beranggapan bahwa amalnya sudah banyak. Karena itu, ia akan mengejar semua potensi amal kebaikan yang bisa dikerjakan. Bukan hanya ibadah kepada Alloh, tapi juga kebaikan kepada makhluk.
Dan karena selalu menganggap dirinya kurang dalam amal, maka dampak bagi dirinya adalah, ia jadi tak mudah meremehkan orang lain, apalagi sampai merendahkannya.
Sebab ia berpikir.. bahwa bisa jadi, setiap orang yang ditemuinya punya amal yang lebih baik darinya dan lebih mulia di mata Alloh daripada dirinya.
Dalam hidup keseharian, ia akan menjadi pribadi yang mudah menghormati orang lain. Senang memuliakan siapa saja yang ditemuinya. Dan TAK PERNAH MEMANDANG TINGGI DIRI SENDIRI.
Jauh dari sikap 'ujub (bangga diri). Maka tak heran, pribadi seperti Khalifah Umar Bin Khattab Radhiallahu'anhu pernah berjalan sambil memikul gentong air di lehernya.
Melihat itu, seseorang lalu bertanya mengapa beliau Sang 'Amirul Mukminin melakukan hal itu?
Dan Khalifah Umar Bin Khattab Radhiallahu'anhu pun menjawab, "Aku (sempat) merasa kagum pada diriku sendiri sehingga aku ingin menghinakannya".
Indah sekali bukan..?
Maka pada akhirnya, kita belajar.. bahwa orang yang baik agamanya adalah mereka yang tidak senang menyusahkan orang lain, dan tidak gemar memandang tinggi dirinya sendiri.
Dan itu sudahlah cukup bagi kita untuk menilai seberapa dalam pemahamannya tentang keislaman.