Masih anget seputar balapan. Tak luput dibicarakan adalah sirkuit yang jadi lintasan perlombaan. Ngomong-ngomong soal itu..
Sebenarnya, kita semua pun sudah punya lintasan masing-masing, alias jalur hidup sendiri-sendiri.
Berbeda dengan ajang balapan. Dimana semua peserta berada dalam satu lintasan dan adu cepat. Jalur kita, ya Alloh ciptakan hanya untuk kita. Khusus untuk kita.
Maka, jangan pernah gunakan pathokan waktu orang lain untuk mengukur hidup kita. Sebab mereka punya lini masanya sendiri. Dan kita pun punya lini masanya sendiri.
Misal saja.. Orang lain menikah umur 24 tahun, tidak lantas menjadikan kita juga harus menikah di umur itu. Dan kemudian merasa gagal jika tidak bisa melakukan hal serupa. Sebab kita punya waktu sendiri atas jodoh yang Alloh tetapkan.
Karena panjang pendeknya jodoh tidak ditentukan dari umur berapa kita menikah. Beneran ini.
Saya sendiri pernah menyaksikan, seseorang laki-laki yang baru menikah usia 48 tahun, tapi jodohnya panjang dengan istrinya. Karena beliau wafat umur 78 tahun. Artinya punya waktu 30 tahun kebersamaan dengan istrinya.
Sebaliknya, saya pernah melihat dengan mata sendiri seorang gadis menikah di usia 18 tahun, tapi umur jodohnya dengan suami hanya sebentar. Sebab 4 tahun setelah pernikahan, suaminya dipanggil oleh Alloh Azza wa jala.
Baru dikaruniai anak di atas usia 30 tahun pun bukanlah sebuah kesalahan. Bukan pula sebuah aib. Sebab itulah waktu terbaik kita yang sesuai dengan takdir Alloh.
Artinya, kapanpun waktu yang Alloh tetapkan untuk kita, itu adalah yang terbaik.
Dalam hal lain misalnya. Ambil contoh Kesuksesan.
Jika ada orang yang sukses di usia muda. Tak berarti kita juga harus sukses di usia seperti mereka. Sebab ingat, sekali lagi, kita punya lini masa kita sendiri.
Sukses itu, mau kapanpun kita dapatkan, tetaplah akan menyenangkan hati juga nantinya. Percaya saya, meski menunggu sedikit lebih lama dari yang lain, tapi itulah waktu terbaik untuk kita. Kalau sudah berhasil, kapanpun itu.. kita tetap akan senang dan puas juga saat menikmatinya.
Karena tak selalu yang sukses muda itu bertahan lama. Banyak contoh yang sukses di usia muda, usia 20 tahunan, tapi hanya bertahan 2 tahun saja. Setelah itu jatuh lagi. Mungkin karena pondasinya kurang kuat.
Ada yang baru berhasil di usia 55 tahun, tapi kekayaannya bisa bertahan untuk generasi sesudahnya. Itupun ada.
Punya rumah dan kendaraan setelah agak berumur pun bukan hal yang memalukan. Tak harus memaksakan diri jika memang belum mampu yang akhirnya malah jadi sebab menyulitkan diri dengan hutang dan cicilan.
Maka, jika kita paham persepsi ini, tidak ada yang namanya kegagalan. Sebab setiap orang punya waktu suksesnya masing-masing.
Poin pentingnya adalah, selama antum tidak berhenti. Insyaallah akan sampai di garis finish-nya masing-masing.
Dalam hidup, kita tidak sedang berkompetisi dengan siapapun untuk cepet-cepetan. Justru Alloh sebenarnya menginginkan kita sabar-sabaran. Karena semua yang tergesa-gesa, terburu-buru.. itu semua dari setan dan akan menjadi sebabnya kerusakan saja.
Ingin cepat kaya, akhirnya menipu.
Tergiur investasi ponzi, money game dan lain-lain.
Dapat dana investor, malah kabur. Tak bisa memilah pemasukan. Semua yang harusnya kembali jadi modal dipakai bergaya karena alasan agar orang tahu "Gue Udah Sukses.."
Hatim Al Asham Rahimahullah Ta'ala berkata,
Tergesa-gesa itu adalah perbuatan setan. Dan Rasulullah Sholallahu'alaihi wassalam melarangnya kecuali pada 5 hal :
1. Menyajikan makanan ketika ada tamu.
2. Mengurus jenazah.
3. Menikahkan anak gadis yang sudah baligh.
4. Melunasi hutang ketika sudah jatuh tempo.
5. Segera bertaubat ketika berbuat dosa.
Alloh ta'ala pun berfirman,
"Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (adzab)-Ku. Maka janganlah kamu minta kepada-Ku mendatangkannya dengan segera”. (QS. al-Anbiya’: 37).
Maka kesimpulannya..
Fokus pada ikhtiarmu sendiri. Terus berjalan.
Jangan berhenti. Jika melihat orang lain sudah finish, tak perlu risau.
Bisa jadi ia finish lebih cepat karena panjang lintasannya memang pendek (baca: usianya) dan itu adalah hiburan Alloh untuknya. Sementara kita, lintasan kita masih panjang dan masih perlu diperjuangkan.
Kalau itu hanya perkara dunia, kalem saja.
Buru-buru dan memaksakan diri sekalipun jika belum takdirmu akan lepas juga. Yang penting tidak berhenti berusaha melakukan yang terbaik. Itulah tugas yang paling penting. Bukan lantas bermalasan sebagai bentuk salah paham atas konsep di atas.
Fokus atur energi. Terus belajar syukur dan bersabar. Insyaallah.. kita semua akan merasakan keberhasilan.