Saya beberapa hari terakhir menulis tentang indikator suksesnya seorang suami dalam rumahtangganya.
Ternyata di luar dugaan..
Saya menemukan ada 35 indikator seorang suami bisa dianggap benar-benar berhasil menjadi seorang suami.
Tapi dari semua itu..
Ada satu ciri yang sangat mendasar yang hampir bisa jadi kesimpulan berhasil tidaknya seorang suami dalam rumahtangganya.
Yaitu, adakah senyum di wajah istrinya atau tidak.
Jika ada senyum di wajah istri.. berarti ia bertugas dengan baik. Karena pihak yang paling merasakan kinerja suami adalah seorang istri. Bukan tetangga, bukan mertua, bukan teman kerja. Tapi istri.
Jika ada senyum di wajah istri.. maka tandanya ia (suami) telah membahagiakannya, atau setidaknya telah terlihat oleh istrinya upaya membahagiakan.
Jika sampai tak ada senyuman..
Maka besar kemungkinan ia telah menyakiti hati istrinya. Membuatnya kecewa dan bahkan mungkin dzolim kepada istrinya.
Wahai suami..
Senyum di wajah istri adalah indikasi paling sederhana betapa wanita itu senang telah menjadi istrimu.
Ia bersyukur telah jadi wanita terpilih yang mendampingimu.
Namun jika tangisan dan muram yang ada di wajah istrimu..
Mungkin itu berarti ia tengah terluka, kecewa atau bahkan menyesal berada di sampingmu
Buat istrimu tersenyum, karena ini awal dari gerbang keberhasilan tugas sebagai suami.
Tapi kalau senyumnya sang istri pura-pura ustadz??
Eh.. Itupun termasuk berhasil.
Berarti sang suami berhasil mendidik wanitanya untuk menampakkan yang baik-baik di hadapan makhluk (orang lain). Menyimpan semua kesedihan dan menutup rapat kekurangan dalam rumahtangganya.
Andaikan sikap itu bukan karena didikan suaminya. Itu tandanya.. ia (suami) tetap berhasil, karena pandai menemukan wanita penyabar dan sholehah yang bisa begitu mengerti kekurangannya.