Saya sudah ratusan kali melihat..
Mereka yang hari ini menjadi manusia hebat dalam kehidupannya, ternyata dibentuk dengan pola yang sama.
Mereka semua dibentuk dari ratusan rasa sakit ketika harus memaafkan.
Saya baru menyadari..
Bahwa ternyata orang-orang yang menahan sakitnya dikhianati, dikecewakan, dizholimi berulang kali. Lalu ia menahan semua dorongan untuk membalas.. Dan memilih memaafkan.
Itulah perjalanan yang membentuk dirinya jadi manusia hebat.
Dia ditempa oleh pahitnya kesabaran saat harus diam demi menjaga perasaan banyak orang. Padahal ia mampu membalas dan membantah.
Dia terbentuk dari beratnya keikhlasan untuk melupakan kejahatan yang diterimanya.
Jiwanya kuat dan tangguh menghadapi gangguan. Namun hatinya juga melembut sebab ratusan maaf yang berhasil ditumbuhkannya di dalam hati bagi mereka yang menyakiti.
Dan akhirnya Alloh tunjuk ia menerima amanah yang besar.
Orang yang mampu memaafkan itu tingkat persentase keberhasilannya dalam hidup meningkat tajam.
Pertama.. mentalnya berubah kuat. Ia selalu disadarkan pada realita bahwa dekat dengan manusia pasti berpotensi disakiti. Alhasil, nggak gampang baper, tak mudah terlena, dan senantiasa waspada.
️Kedua.. mungkin saja, saat maaf itu berhasil dia berikan. Penduduk langit terkagum-kagum dan mendoakannya.
Dan Alloh pun senang dengan mereka yang memaafkan. Sampai-sampai Alloh tidak sebut dengan jelas sebesar apa pahala orang yang memaafkan. Bukan karena saking kecilnya.. tapi tentu karena saking besarnya.
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَمَنْ عَفَا وَاَ صْلَحَ فَاَ جْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
"Tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Alloh. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zholim." [QS. Asy-Syura: 40]
Mau hidupmu cepat berhasil dan berujung pada kemuliaan?? Tahanlah rasa sakitmu dan belajarlah memaafkan meski berat.