Tidak apa untuk sejenak dipandang remeh orang lain. Tidak ada yang salah dengan itu..
Bahkan kadang dipandang remeh itu malah enak..
Nggak diperhitungkan.
Nggak diawasi.
Dan yang paling seru, nggak diutangi. Hehehe..
Karena orang menganggap kita susah, kita masih di bawah dan gak mampu begini dan begitu. Lak malah enak tho..??
Sudah terlalu banyak cerita orang yang dipandang tinggi, lalu tidak mampu menghindar dari ekspektasi orang lain. Dan akhirnya hancur karena terjebak keharusan memberi sana-sini, harus punya, harus mampu, harus bisa.. sementara keadaannya sendiri masih jauh dari ideal. Besar POLESAN daripada penghasilan.
Jangan terlalu ingin dikenal, disorot, dianggap dan dipuji. Justru suatu saat hal itu menyulitkan dan membuatmu terbatas ruang geraknya.
Kadang Alloh membuat seorang hamba berada di kondisi tertentu dan diremehkan orang lain, agar ia mudah mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.
Atau mungkin Alloh ingin agar kita banyak berurusan dengan beragama persoalan diri sendiri yang belum selesai.
Khususnya hubungan kita dengan Alloh ﷻ. Karena bagaimana hubunganmu dengan Alloh akan menentukan kualitas hubunganmu dengan sesama.
Jangan meminta orang lain mengistimewakanmu karena kamu bukan Jogja. Jangan pula ingin dipandang spesial karena kita bukan nasi goreng.
Manfaatkan waktu saat tidak dihargai untuk belajar banyak hal.
Manfaatkan waktu saat dipandang remeh untuk diam-diam menyelesaikan rencanamu.
Ingat..!! Segalanya berputar.
Hari ini di bawah, tidak berarti selamanya begitu. Ada banyak cara yang Alloh punya meninggikan derajatmu jika sudah waktunya.
Yang terpenting sebenarnya bukan seberapa kita dikenal manusia. Tapi yang harusnya dicari adalah seberapa penduduk langit mengenal dan mendoakan kita.