Di antara kekeliruan konsep berpikir kita adalah.. menganggap bahwa Rezeki itu misteri. Padahal, Rezeki itu pasti adanya.
Pasti dapat..
Pasti sampai..
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
"Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Alloh rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)." (QS. Hud: 6)
Maka sebenarnya tugas kita bukan mengisi waktu dengan khawatir, melainkan bersyukur.
Karena sesuatu yang pasti DAPAT itu harus disyukuri.
REZEKI itu pasti.
Yang masih misteri itu urusan akhiratmu.
Kalau harus gelisah.. gelisahlah tentang akhiratmu. Upayakan yang terbaik untuk urusan akhirat.
Jangan hari-hari hanya gelisah dengan rezeki yang pasti datangnya dan pasti dapatnya.
Ingat..!!
Hanya karena hal tersebut butuh waktu untuk sampai kepadamu, bukan berarti hal itu tidak ada.
Rezeki pun juga demikian..
Kadang butuh waktu untuk sampai kepada kita. Butuh proses. Ada sunatullahnya..
Semata-mata agar manusia lebih bisa bersyukur dan belajar bersabar.
Bayangkan setiap orang yang punya anak gak pakai hamil. Habis nikah, baru megang istri.. Tiba-tiba di sampingnya muncul bayi. Hehehehe. Apa nggak heboh tuh??
Ditambah lagi.. akhirnya tidak ada sisi pelajaran dan ilmu pengetahuan tidak berkembang karena tak ada yang bisa dipelajari dari semua proses ini.
Ingat lagi..!!
Hanya karena sesuatu membutuhkan waktu untuk sampai kepadamu.. bukan berarti hal itu tidak ada. Karena saat ini pun, rezekimu sedang berjalan ke arahmu.
Tugas kita?
Ikhtiar terbaik agar datangnya halal dan berkah.
Berdoa agar jumlahnya banyak dan menentramkan.
Syukur-syukur bisa berlimpah.
Lalu baik sangka kepada Alloh agar kapanpun datangnya? Kita tetap senang, tenang dan bersyukur.