Bersyukurlah kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Jika perlu, bersyukur yang sungguh-sungguh sampai bergetar hatimu dan menitih air matamu.
Jika hari ini.. antum termasuk orang yang masih diizinkan puasa. Masih sempat sedekah. Dan belum meninggalkan bacaan Qur’an.
Karena setidaknya dengan itu kita bisa berbaiksangka.. bahwa mungkin kita termasuk orang yang disayang Alloh ﷻ. Sebab masih diizinkan untuk mengambil lapis-lapis keberkahan yang tersisa dari waktu terakhirnya Ramadhan.
Sebab Rasulullah ﷺ bersabda..
مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
“Siapa yang terhalang dari kebaikan bulan Ramadhan, sungguh ia telah terhalang dari kebaikan.” [HR. Imam Ahmad]
Masih bisa ingat berbuat baik di bulan Ramadhan itu pertanda bahwa masih adanya iman dan takwa di hatimu.
Karena tidak semua orang hatinya mudah tergerak untuk mengupayakan akhiratnya.
Ada yang melihat peluang kebaikan..
Hatinya justru berbisik,
"Nggak usah dibantu, biar gak kebiasaan."
"Kita sendiri aja masih belum kokoh, utamakan diri sendiri dulu."
"Masih ada orang lain. Nggak harus kita."
Kalau masih bisa berbuat baik, maka upayakan meski harus dengan merangkak.
Nggak papa capek. Sabar ya.. 
Karena apa yang kita rasa capek hari ini..
Nanti saat tak ada lagi kesempatan untuk ibadah..? Rasa capek inilah yang akan kita rindukan.
"Kenapa dulu tidak ngotot saat masih mampu..?"
"Kenapa cepat sekali menyerah dengan lelah saat masih ada kesempatan..?"
"Kenapa dulu tidak maksain diri lebih keras lagi saat masih hidup..?"
Mungkin memang bener berbuat baik itu capek dan melelahkan. Tapi coba pikirkan sejenak..
Jangan-jangan, yang sudah kita anggap begitu melelahkan saat ini, ternyata begitu ditimbang belum cukup. Apa enggak nyesel..?