Setiap makhluk, termasuk manusia, diciptakan oleh Alloh ﷻ dengan paket rezeki yang amat sangat cukup.
Sebagaimana burung tak pernah kelaparan. Ikan tak pernah kekurangan.
Semut pun tak pernah bimbang. Ada saja rezeki yang bisa dijemput. Bahkan tak jarang, ada banyak rezeki yang datang dengan sendirinya ketika memang sudah menjadi haknya.
Tak terkecuali untuk manusia.
Persis sama.
Manusia diciptakan dengan kadar rezeki yang amat sangat cukup.
Jadi tidak cukup, ketika yang diinginkan untuk dipenuhi bukan lagi tentang apa yang dibutuhkan. Tapi yang diinginkan mulai beralih ke "pingin seperti apa yang orang lain miliki".
Dan ini awal dari semua sebab kekurangan rezeki.
Terlebih di zaman sekarang..
Kita dipertontonkan dengan banyak harta. Konten pamer kekayaan, pamer omset, pamer liburan, dll.
Makin sering melihat, makin banyak referensi. Tapi dampaknya juga makin pingin dengan standar hidupnya orang lain. Syarat untuk bahagia jadi semakin bertambah.
Ingat..!! Bahkan, kemenangan yang sudah jelas di depan mata ketika perang Uhud pun rusak seketika lantaran "Melihat" harta berserakan yang jauh di bawah sana.
Karenanya..
Islam mengajarkan kita untuk mengendalikan mata. Karena mata inilah yang jadi awal dari semua kekufuran.
Banyak melihat, jadi banyak pingin.
Banyak pingin, jadi makin susah mengendalikan hati.
Begitu hati susah dikendalikan..
Hasilnya, adalah cinta dunia lupa akhirat.
Selalu merasa kurang dan tak pernah puas sebelum menjadi seperti yang dimiliki orang lain.