Di antara banyaknya kisah pembebasan Al Aqsho yang mengagumkan. Salah satu kisah yang paling berkesan untuk saya adalah yang satu ini..
Diceritakan, bahwa sebelum fase pembebasan. Sultan Sholahudin Al Ayyubi selalu berkeliling setiap malam di wilayahnya untuk melihat, berapa banyak lampu yang menyala di sepertiga malam terakhir dari rumah-rumahnya kaum muslimin.
Jika sedikit lampu yang menyala..
Beliau akan mengatakan kepada pengawalnya.
"Pembebasan Baitul Maqdis belum akan berhasil".
Masih lama.. masih jauh waktunya.
Karena waktu itu..
Beliau mengukur nyalanya lampu rumah kaum muslimin adalah tanda di rumah itu penghuninya Qiyamul Lail.
Dan diceritakan beliau dengan sabar menggaungkan program ini. Hingga sebagian besar rumah kaum muslimin menghidupkan malam di rumah-rumah mereka. Dan sejarah akhirnya mencatat, Baitul Maqdis dibebaskan.
Dari kisah ini kita seharusnya belajar.
Bahwa tidak akan ada kebangkitan kaum muslimin selama hati kita belum bangkit untuk terhubung kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Jika malammu masih larut dengan kelelahan karena dunia. Tertidur lelap karena tak menganggap Qiyamul Lail sebagai hal penting untuk diupayakan.. maka kebangkitan kaum muslimin masih jauh.
Karena kebebasan dan kemenangan kaum muslimin hanya akan terjadi ketika setiap rumah kaum muslimin mulai bercahaya dengan Qiyamul Lail. Jika rumahnya bercahaya, hatinya pun akan bercahaya. Dan keberanian pun akan kembali hadir di hati setiap mukmin.
Berani bicara, berani bersikap.. bahkan berani bertindak menghentikan kedzaliman.