Penting untuk dimiliki. Perasaan sebelum memasuki Ramadhan itu dua.
1. Bahagia
Karena sebentar lagi memasukinya. Sebab mereka yang diizinkan bertemu Ramadhan, adalah orang yang hampir pasti oleh Alloh diberikan 3 hal. Keberkahan, Rahmat dan Ampunan dari Alloh di siang dan malamnya.
Syarat beramal yang bernilai besar diperkecil. Untuk taat dipermudah. Dan bahkan untuk memulai suatu amalan, kita tidak perlu merasa malu karena nuansanya mendukung dan orang-orang pun berbuat kebaikan serupa.
Tak lagi ada kalimat, "sok baik, sok suci, sok bener, atau sok sholeh sendiri".
Karena bulan ini semua berlomba yang baik. Sehingga tak ada lagi keanehan untuk berbuat baik. Jadi baik lebih mudah.
2. Khawatir.
Karena jangan sampai yang tinggal selangkah ini pun kita tidak jadi mendapatkannya.
Karenanya tetaplah terus berdoa..
"ALLOHUMA BALIGHNA ROMADHON.."
Minta umur panjang dan kesempatan bertemu Ramadhan kepada Alloh ﷻ.
Dan yang tak kalah penting..
Minta kepada Alloh setelah memasukinya, diberi kemampuan dan kesanggupan untuk bisa beramal, berdoa dan bertobat.
Karena ada orang-orang yang masuk ke bulan Ramadhan, namun sama sekali tidak diberi kemampuan untuk beramal dan berkesempatan mendapatkan ampunan.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda,
رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ – أَوْ بَعُدَ – دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ
“Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni.” [HR. Ahmad]
Jangan merasa santai sebab setiap tahun sudah sering ketemu Ramadhan. Lagi dan lagi. Sampai-sampai tidak ada perasaan takut kehilangan.
Tidak ada perasaan kecewa ketika melewatkan momennya.
Bahagia di satu sisi hati.
Tapi tetap takut dan waspada di sisi hati lainnya.