Kadang.. kunci hidup nyaman itu adalah besar rasa maklumnya.
Yang membuat semuanya nampak serba salah itu karena..
Keinginan kita banyak, ekspektasinya tinggi, tapi kemaklumannya rendah.
Begitu yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan..?? Langsung kecewa, marah, emosi dan berujung pada frustasi.
Belajarlah maklum atas orang lain, selama hal tersebut bukan karena kesengajaannya. Bukan murni niat hatinya.
Kalau seorang istri masak terlalu asin. Rumah tidak terlalu bersih dan rapi. Maklumi.. itu bukan niatnya. Mungkin beliau sedang lelah dan repot mengurus banyak hal sendirian.
Kalau seorang suami nafkahnya kurang. Padahal ia sudah berusaha keras dan sudah mencoba semua cara. Maklumi.. itu bukan keinginannya.
Kalau anak tidak berhasil pada suatu hal. Ia pulang dengan nilai yang buruk. Tak bisa dalam satu dua bidang. Maklumi.. itu juga bukan merupakan harapannya.
Orang yang punya utang ke kita terlambat bayar. Selama memang dia sedang sulit dan sempit.. sudah, maklumi saja. Itu juga bukan niatnya.
Maka sebelum kecewa dengan kehidupanmu dan apa yang kau dapatkan dari orang lain..
Coba perhatikan dulu.
Apakah hal tersebut memang karena sengaja dan niat mereka.?? Atau itu semua ternyata adalah takdir Alloh yang memang di luar kendali kita semua.
Kalau memang jawabannya adalah yang kedua..?? Maka maklum adalah kuncinya.
Maklum itu sikap wajib seorang hamba. Jangan sampai ingin dimaklumi dan diampuni saat maksiat kepada Alloh ﷻ.. tapi dengan ketetapan Alloh, kita tidak mau ridho dan memakluminya.
Besarkan rasa maklummu. Insyaallah lebih nyaman hidupmu.