Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam bersabda..
"Sabar itu, dihentakan yang pertama."
Bukan setelah capek hati dan menyadari bahwa semua protes tidak berdampak.
Bukan setelah meratapi keadaan, menangis habis tanpa sisa dan tersadar semua itu sia-sia.
Kemudian berkata, "Ya sudah, aku sabar ya Alloh".
Nggak gitu kawan..
Disebut sabar itu,.
Di saat sakit-sakitnya kita tetap berusaha tersenyum dan berkata, "aku nggak papa ya Alloh."
Sabar itu..
Di saat sedang berat-beratnya pikiran dan hati gamang nggak karuan.. wajah tetap berusaha tenang, perkataan penuh kepositifan, dan dengan mantap menjawab ketika ditanya kabar..
"Alhamdulillah.. Alloh begitu baik kepadaku. Dan nikmatnya masih begitu banyak."
Sabar itu..
Merasa semua tetap baik sebagaimana biasanya, karena yakin dan sadar bahwa Alloh lah yang masih mengatur semuanya.
Hasilnya..?? Wajah tetap tenang, senyum tetap menawan, mata tetap optimis, dan lisan tetap bersyukur, meskipun hati seperti hendak hancur lembur.