Salah satu nasihat rumah tangga terbaik yang pernah saya dengar adalah..
"Pasanganmu menikahimu bukan untuk mencari lawan ribut".
Maka jika pasanganmu sedang marah, jangan dilawan. Jangan ditanggapi dan jangan dibalas.
Jika suaranya mulai meninggi, jangan ikut tinggi.
Jika ia mulai mengungkit kebaikan, jangan dibalas dengan adu kebaikan.
Abu Darda Radhiallahu'anhu pernah berkata kepada istrinya..
"Jika aku marah, maka carilah ridhoku. Dan jika kamu marah, aku akan mencari ridhomu. Jika ini tidak dilakukan, aku khawatir perpisahan kita akan lebih cepat terjadi."
Kemarahan itu datangnya dari setan.
Dan tujuannya tak lain adalah untuk memisahkan rumah tangga dua orang muslim yang saling mencintai.
Jika pasangan marah, Nabi ﷺ mengajarkan agar kita mencari ridho mereka.
Sampai suatu saat Rasululloh shollallahu'alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat..
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja ya Rasululloh..!”
Nabi ﷺ bersabda..
“Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridho.” (HR. Ath Thabarani)
Dan urusan mencari ridho pasangan saat marah ini bukan hanya tugas seorang istri kepada suaminya.
Tapi juga suami kepada istrinya.
Termasuk Khalifah Umar Bin Khaththab Radhiallahu'anhu pun diam saja saat istrinya ngomel..
Ketika ditanya perihal alasannya, Sayyidina Umar menjawab,
"aku menahan diri tidak menegeluarkan sepatah kata karena istriku punya tanggung jawab besar untukku. Dia membantuku, dia memasak makanan untukku, memasak roti, mencuci bajuku, menyusui dan merawat anakku, padahal hal itu tidak wajib baginya, itu kewajibanku sebenarnya. Tapi istriku melakukan hal itu untukku, maka aku diam saja saat dia marah."
Jika sekelas Sayyidina Umar Bin Khaththab Radhiallahu'anhu saja bersedia merendah demi mencari ridho istrinya..
Lantas siapa kita..??
Dan ada tips jika pasangan mulai nampak marah.. apa yang harus kita lakukan??
1. Luluhkan dengan permintaan maaf. Itu menurunkan emosinya. Sebab secara psikologis, lawan yang mengaku kalah sudah tak lagi menantang untuk dilawan.
2. Dengarkan keluhannya. Karena terkadang marah adalah pelampiasan atas rasa lelah dan beratnya beban pikiran. Tak perlu ditanggapi, cukup dengarkan.
3. Tawarkan makanan dan rayu dengan perkataan yang menyenangkan hatinya.
"Dua tiga rubah berlari..
Kamu marah pun aku tak benci.."
"Dua tiga katak melompat..
Jangan lama-lama ya, aku tak kuat.."