Salah satu pengalaman tak terlupakan yang pernah saya alami adalah ketika menemani almarhum putri saya di ruang ICU.
Saat melihat monitor rekam detak jantung dan saturasi oksigen, saya selalu melihat dan berharap garis grafiknya terus naik turun.
Hal yang paling saya tidak harapkan saat itulah adalah jika grafik di dalam monitor menjadi datar. Flat. Alias Garis lurus.
Meskipun akhirnya Alloh tetap punya rencana dan takdir terbaiknya. Putri saya pulang lebih dulu menanti di pintu Surga.
Namun ada 2 hikmah yang saat itu saya pelajari dan saya jadikan ilmu sampai sekarang.
Yang Pertama,
Ternyata hidup itu butuh dinamika.
Ada saatnya naik, ada saatnya turun. Dan itulah yang justru membuat kita masih bisa dikatakan hidup dan terus punya harapan.
Kalau sudah Flat. Sudah datar. Dan gitu-gitu aja..?? saat itulah semua akhirnya justru tak ada gunanya lagi.
Maka, kalau hari ini hidup kita dibuat naik turun oleh Alloh bak roller coaster.
Kadang lapang, kadang sempit.
Kadang mudah, kadang susah.
Kadang gembira, kadang sedih.
Hari ini tertawa besok nangis..
Atau bahkan tertawa sambil nangis.
Itu justru agar supaya saya dan antum tetap hidup. Dan tetap memiliki energi untuk menghasilkan banyak kebaikan di masa depan.
Tetap mikir, tetap kreatif, tetap inovatif menghadapi tantangan dan persoalan. Otak dipaksa jalan, kreatifitas harus terus ada, badan terus gerak agar hidup terus ada maknanya.
Andai kita tahu bagaimana sejatinya kehidupan. Pastilah kita akan selalu bersyukur atas nikmat kehidupan yang turun naik.
Karena grafik datar dan diam itu sejatinya menakutkan.
Yang Kedua..
Ternyata hidup ini hanya untuk menyiapkan hati menerima keputusan Alloh. Apapun itu.
Siapa yang tak siap menerima takdir. Hidupnya akan diliputi kesedihan.
Siapa yang tak siap menerima Qodho' dan QodarNya Alloh, maka hidupnya pasti penuh kekecewaan dan amarah.