Perlu ada spasi agar rangkaian huruf bisa dibaca menjadi kata. Harus ada jeda saat bicara agar kalimat yang diucapkan bisa dipahami maknanya.
Lalu lintas pun butuh lampu merah agar semua bisa berjalan lancar dan selamat.
Apalagi hidupmu..
Terkadang, Alloh menghentikanmu sebab kau sudah terlalu sibuk. Terus menerus mengejar dunia sampai nikmat-nikmat Alloh pun tidak kita syukuri.
Jangan disyukuri, dilihat pun kadang tidak.
Suami jarang menatap istrinya untuk berbincang dan mensyukuri satu sama lain.
Orangtua jarang melihat perkembangan anaknya.
Anak jarang menjenguk orangtuanya.
Termasuk kemudian..
Sampai-sampai tidak ada waktu luang untuk beribadah kepada Alloh ﷻ dan muhasabah atas perilaku diri sendiri.
Maka itu kawan..
jika hidupmu sudah terlalu sibuk.
Pekerjaanmu sudah terlalu menjauhkanmu dari Alloh.
Dan seluruh aktivitas harianmu kau abdikan dan kau relakan demi dunia..??
Jangan salahkan jika Alloh terpaksa menghancurkan seluruh duniamu agar kau punya jeda.
Agar kau bisa berhenti.
Merasakan betapa banyak nikmat yang terlewatkan yang belum kau syukuri.
Agar kau tahu bahwa kembali duduk di majelis ilmu itu ternyata rasanya begitu nyaman dan tenang.
Bisa kembali bersama keluarga mengaji dan membaca ayat-ayat Alloh itu adalah harta yang istimewa.
Agar kau tahu bahwa berdoa sambil menangis penuh harap di waktu malam itu adalah obat yang melegakan batin dan dirindukan jiwa.
Boleh nyari dunia.. tapi jangan gitu-gitu juga.
Sampai ramadhan saja kau tinggalkan demi dunia.
Ambillah waktu untuk berhenti agar langkah bisa diperbaiki.
Ambillah waktu istirahat agar jarak yang kau tempuh bisa lebih panjang dan lebih baik persiapannya.
Dan Ramadhan ini adalah waktunya..
Imam Malik Rahimahullah Ta'ala sampai meliburkan seluruh majelisnya di bulan Ramadhan sebab ingin berduaan dengan Alloh dan Al Qur'an.
Imam Syafi'i Rahimahullah Ta'ala sampai bisa khatam 60x selama Ramadhan sebab sengaja berhenti dari aktivitas duniawi.
Dan begitulah para ulama..
Mereka tahu, Ramadhan adalah waktu untuk jeda.
Fisik kita jeda dari makan dengan puasa.
Dan batin kita jeda dari memikirkan dunia agar bisa lebih memperbaiki perkara akhirat.