Diuji dengan posisi minus sekalipun.. itu masih belum berarti bahwa kita sedang berada di titik terendahnya hidup.
Ukuran titik terendah atau tidaknya hidup kita bukan karena itu..
Melainkan, di saat kita sedang diuji dengan kesulitan hidup, eh.. malah semakin jauh dari Alloh.
Malas berdoa, malas ibadah, ninggalin yang wajib karena merasa tak ada gunanya. Melupakan yang sunnah sebab merasa sia-sia. Lalu mempertanyakan kebenaran iman dan kebaikan Alloh..
Nah.. itulah titik terendahnya seorang manusia.
Kalau baru dikasih keadaan hidup yang penuh kesulitan.. itu belum tentu jadi titik terendah.
Bisa saja, hal tersebut malah jadi modal untuk ngangkat kedudukan. Asal setelah itu.. mengambil pilihan sikap tauhid yang benar.
Sayyiduna Bilal Bin Rabah radhiallahu'anhu.. ketika disiksa ditindih batu. Pilihan sikapnya adalah tetap bertauhid.
Perih, sakit, panas, kepayahan, sengsara dan tak berdaya. Tapi beliau tetap berpegang pada tauhid kepada Alloh. Tetap beriman..
Hasilnya?? Malah terbebas dari predikat budak. Jadi laki-laki merdeka dan menjadi sahabat mulia Rasulullah ﷺ.
Dari kalangan wanita??
Asiyah binti Muzahim.
Maryam binti Imron.
Ummu Sulaim.
Semuanya diberikan keadaan yang tak baik-baik saja. Tapi pada akhirnya, semua berujung pada kabar gembira yang luar biasa sebab memilih Tauhid sebagai pegangannya sampai akhir.
Asiyah dibangunkan rumah di surga yang dekat dengan Alloh Ta'ala.
Maryam terbebas dari kesedihan dan terpuji namanya sampai akhir zaman sebab kemuliaan yang dibawa putranya.
Ummu Sulaim diberikan ganti anak keturunan yang sholeh sebab kesabarannya saat kehilangan putra.
Dan banyak lagi kisah serupa.
Karenanya.. di saat keadaan hidup sedang di bawah. Kata guru saya, "bikin minus aja sekalian".
Kalau lagi susah.. rajin sedekah. Keluarin sekalian yang terbaik yang dimiliki.
Kalau capek-capeknya keadaan.. bangun malam sekalian sholat tahajud.
Kalau lagi sakit hati, berikan hadiah ke mereka yang membuat kita kecewa.
Sekalian aja..
Pokoknya kalau lagi nggak baik-baik aja, lakukan yang bikin keadaan seolah makin nggak enak.
Agar rumus alam bekerja..
Minus ketemu minus, hasilnya PLUS.
Insyaallah jadi langsung baik. Insyaallah jadi langsung berubah drastis keadaan.
Karena ada kalanya.. Alloh meletakkan seorang hamba dalam keadaan di bawah. Agar datangnya baginya pertolongan tercepat lewat jalur keajaiban.
Syaratnya..
1. Pilihan sikapnya benar setelah itu. Yakni tetap beriman dan kuat tauhid kepada Alloh.
️2. Ia tidak menghentikan dirinya dari beramal sholeh meski itu amat berat bagi dirinya. Berat di harta, berat di badan, berat di hati. Tapi selama tetap melakukan.. hasilnya akan selalu membahagiakan dan melegakan.
Inilah sebabnya ketika Sayyiduna Abdurahman bin Auf berusaha ingin miskin dengan membeli banyak kurma busuk dengan seluruh hartanya, Alloh tak izinkan ia menjadi miskin dan malah semakin kaya berkali-kali lipat.
Sebab.. siapa yang keadaan hidupnya berada di bawah, tetapi ia tak menghentikan kebiasaan untuk beramal sholeh, niscaya Alloh akan mencukupinya dengan harta yang terbaik.