Ketika saya dulu melayani guru saya.. salah satu adab luar biasa yang saya pelajari dari beliau adalah.. beliau selalu berusaha menemui tamu yang berkunjung.
Padahal beliau lelah..
Padahal beliau sibuk..
Bahkan kadang baru pulang dari satu kegiatan panjang. Tapi selalu berusaha menerima tamu-tamunya.
Paling pesan ke kami..
"Tamunya suruh tunggu dulu.."
Dan insyaallah itu yang berusaha juga saya tiru setiap kali ada kawan atau teman yang berkunjung ke pondok kami.
Saya lantas bertanya..
"Ngapunten kyai, Kenapa kok sebegitunya panjenengan berusaha menemui setiap tamu..??"
Ada 2 alasan yang saya ingat..
1. Bahwa dulu, para salafus shalih bisa menangis jika sehari saja rumahnya tidak didatangi tamu. Mereka bertanya-tanya kepada Alloh apa dosa yang mereka perbuat sampai-sampai tidak ada tamu yang berkunjung.
Sebab tamu yang berkunjung membuat kita berkesempatan untuk menjamu mereka dan memuliakan mereka. Dan itu bisa menambah keberkahan harta.
Karena harta yang berkah berawal dari harta yang bisa dimanfaatkan, dimakan orang lain (menjamu tamu) dan untuk memuliakan tamu.
Makin banyak yang ikut makan di rumah makin seneng.
Pantaslah orang-orang dulu senang kirim-kirim makanan. Bahkan di depan pagar rumah ada kendi air minum atau gentong air. Agar para pejalan kaki bisa minum.
Dan tak jarang bahkan ditawari singgah dan dijamu. Padahal tidak kenal.
Saya masih menemui fenomena ini tahun 90an di kampung simbah buyut saya dulu.
Dan percaya tidak percaya.. orang zaman dulu meski harta tidak berlimpah. Namun bisa nyukupi anak-anaknya sampai besar dan berhasil. Inilah berkah.
Alasan kedua kenapa sangat memuliakan tamu??
Dan jawaban kedua ini yang agak bikin saya merinding.
2. Beliau takut mengecewakan orang lain. Khawatir jika nanti namanya disebut untuk diadukan di hadapan Alloh.
Ya Rahman..
Kita ini sering kali seenaknya sendiri. Senang tidak memperhatikan urusan dengan orang lain..
Padahal bisa saja orang-orang banyak yang kecewa dengan kita.
Lalu mengadukan nama kita kepada Alloh (dalam konteks negatif). Dan bisa jadi itu sebab hadirnya ragam satu dua kesulitan.
Saya mengambil pelajaran..
Berhati-hatilah dalam bermuamalah. Karena setiap orang punya lisan untuk berdoa.
Muliakan orang lain semampu kita agar selamat jalan kita di dunia dan akhirat. Insyaallah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang banyak mendapatkan doa-doa baik dari orang lain. Aamiin.
Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan saya ya kawan-kawan.
Terkhusus inbox yang tidak terbaca. Saya sangat jarang membuka pesan karena keterbatasan waktu.