Sebuah ungkapan yang muncul untuk menggambarkan keadaan banyak orang di banyak sesi ketika kami mendampingi para jamaah yang berkonsultasi perihal rumah tangganya.
Bahwa ternyata..
Salah satu sebab rusaknya rumah tangga adalah dimulai dari minimnya penghargaan.
Ada banyak sekali suami yang lebih ramah kepada orang lain daripada ke istrinya sendiri.
Ada istri yang lebih senang melayani orang lain daripada kepada suaminya sendiri.
Ada yang lebih mudah keluar uang untuk orang lain, tapi pelit untuk pasangannya.
Ada yang mudah memuji temannya, tapi sulit memuji pasangannya.
Dan yang terparah, lebih mencintai yang haram dicintai daripada yang sudah dihalalkan dengan pernikahan.
Kesalahan sebagian kita yang berumahtangga, seringkali menganggap pasangan adalah orang yang paling dekat.
Lalu berpikir, karena sudah belahan jiwa. Sudah dekat. Sudah jadi orang dalam. Tak perlu lagi diapresiasi dan tak perlu lagi diberikan rangkaian kalimat basa-basi.
Merasa tak perlu lagi diberikan senyum ramah. Tak perlu lagi mendapatkan penghargaan dan sikap hangat.
"Kan sudah biasa.."
"Kan sudah ketemu tiap hari.."
Begitulah pikir sebagian besar mereka yang sudah memiliki pasangan.
Dan di sinilah awal mula dari hilangnya cinta dan keharmonisan.
Lama-lama hubungan tak lagi dekat, tak lagi hangat, dan menjadi dingin tanpa disadari.
Tak ada lagi deg-degan..
Tak ada lagi rasa berbunga-bunga di hati sebagai tanda rindu dan cinta.
Semuanya mulai berubah menjadi tanpa rasa.
Padahal..
Tidak cuma rocker saja yang manusia, pasanganmu juga masih manusia. Punya rasa, punya hati.
Hargai pasanganmu..!!
Dia yang sudah berjuang dan mengorbankan banyak hal untukmu.
Jangan malah sayangmu kau berikan untuk orang lain. Sementara dia yang paling dekat hanya tinggal mendapatkan sikap marah, sisa lelah, dan juga pelampiasan emosi atas perilaku buruk yang kau terima di luar rumah.