Sabar itu tidak diperoleh dari hasil memungutnya di pinggir jalan. Sabar itu tidak didapatkan dari warisan orang tua atau pemberian para dermawan.
Sabar tak segampang itu..
Tidak semudah menulis atau mengucapkannya.
Sabar itu diperoleh dari perjuangan, berusaha sabar, membiasakan untuk selalu menahan diri dari mengungkapkan keluhan. Bahkan termasuk menahan dari mengungkapkan penderitaan dan kesedihan kepada manusia.
Kesabaran hanya bisa didapatkan dari melatih hati untuk tunduk kepada takdir dan kehendakNya Alloh Azza wa Jala. Apapun wujudnya.
Sabar itu diperoleh dari berusaha tetap senyum meski hati sakit. Berusaha tetap ceria di hadapan orang lain setelah air mata menetes saat sendiri.
Terus berusaha dan ikhtiar tanpa putus asa meski hasilnya seolah masih jauh dari ekspektasi.
Jika ingin Sabar..
Maka biasakan memaksa diri untuk tidak menurut atas keluhan yang muncul di hati. Jangan mudah turuti rasa kecewa.
Tundukkan hati dengan sekuat tenaga.
Dan cara menundukkan hati itu dengan 3 hal. Dan insyaallah, ini agar hati bisa senantiasa lebih bersabar..
1. Banjiri hati dengan ilmu. Karena ilmu itu cahaya.
Makin banyak ilmu makin terang hati untuk bisa melihat kebaikan dan kebenaran
2. Gempur hati dengan bersyukur.
Jangan ada jeda untuk bersyukur. Terus alhamdulillah.
Mau timnas menang atau kalah, tetap alhamdulillah.
Mau harga sedang mahal atau murah, tetap alhamdulillah.
3. Ingat-ingatlah.. bahwa balasan Alloh di surgaNya amat sangat indah.
Orang yang selalu ingat tentang gambaran kenikmatan di akhirat, akan selalu jauh lebih mudah bersabar menghadapi pahit dan beratnya ujian dunia.
Saat hati tak punya jeda untuk mengeluh, saat itulah sabar semakin mudah. Dan selalu ingat bahwa pahala di sisi Alloh itu amat sangat indah.