Jadilah laki-laki yang punya banyak cerita. Karena bekal terbaik seorang laki-laki mendidik keluarganya adalah punya banyak cerita untuk dikisahkan.
Ketika bersama dengan istrimu.. kisahkan tentang bagaimana keluarga orang-orang sholeh terdahulu..
Bagaimana ketika mereka punya persoalan. Dan bagaimana sikap mereka untuk menyelesaikannya.
Pikirkan hikmahnya bersama-sama.
Ambil pelajarannya bareng-bareng untuk menguatkan keluarga.
Ketika bersama anakmu.. kisahkan tentang anak-anak muda sholeh hebat di zaman Nabi Shollallahu’alaihi wa sallam dan para sahabat Radhiallahu'anhum Ajma'in.
Ajarkan mereka tentang semangat perjuangan mereka. Tunjukkan kepada anak-anak kita tentang akhlak dan pencapaian anak muda sholeh terdahulu.
Karena semakin banyak punya cerita..
Laki-laki akan semakin punya wibawa.
Kalau semua nasihat dan omongan hanya sekedar dari pikiranmu sendiri.. lawan bicaramu akan menganggap bahwa itu hanyalah egomu.
Istrimu dan anakmu akan berkata..
"Itu kan maumu saja.."
"Itu kan keegoisanmu sendiri.."
Tapi jika lewat cerita..
Kita sedang mengajari keluarga tanpa menggurui mereka.
Dan itulah adalah cara terbaik dalam mengajar.
Alloh Subhanahu wa ta'ala pun mengajar manusia lewat kisah-kisah dalam Al Qur’an.
Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam pun tak jarang mengisahkan kepada para sahabatnya kisah-kisah terdahulu sebagai pelajaran di antara umatnya.
Sebab itu..
Bacalah dan cari tahu banyak kisah orang-orang sholeh terdahulu. Isi pikiranmu dengan banyak kisah.
Dan itulah bekal penting menjadi seorang laki-laki saat menjadi suami dan menjadi ayah.