Orang yang hanya punya sepeda kayuh di rumahnya sebagai benda paling berharga.. maka satu-satunya hal yang dikhawatirkannya ya hanya sepeda kayuh itu.
Pikirannya tak akan jauh-jauh dari sepeda kayuhnya itu..
Mungkin rantainya yang putus.
Sadle-nya yang sudah koyak.
Atau bannya yang mulai harus diganti.
Berbeda dengan mereka yang punya kendaraan mewah berjejer. Bahkan mungkin sampai punya jet pribadi.
Tentu pikirannya akan lebih kompleks dari yang sekedar mikirin sepeda kayuh.
Makin tinggi nilai duniamu..
Semakin berat pula pikiranmu.
Makin kompleks, makin ribet, Makin puyeng. Dan bahkan tak jarang, hati pun makin sempit rasanya.
Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiallahu'anhu pernah perkata..
"Jika engkau menginginkan semua hal, maka engkau harus bersiap kehilangan banyak hal."
Semakin banyak dunia yang kau kejar.. semakin berat pula pikiran yang kau ciptakan.
Dan itulah yang terkadang membawa hati mudah kecewa dan merasakan sakit.
Maka biasakanlah untuk menjadikan dunia hanya sebagai wasilah untuk beramal demi tujuan akhirat.
Jangan mencintainya.
Jangan mengumpulkannya tanpa tujuan akhirat.
Dan jangan serakah dalam hal dunia.
Makin serakah.. makin sumpek hatimu.
Makin sakit kau dibuat nantinya.