Sudah biasa..
Diberikan buruk sangka atas niat baik. Itu sudah biasa.
Dilempari fitnah dan cacian. Itu sudah biasa.
Bagi saya..
Fitnah, buruk sangka dan cacian adalah bagian dari bumbu perjuangan.
Berbagai macam tuduhan dan fitnah sepertinya pernah saya rasakan.
Dituduh bagian dari ormas ini dan itu.. alhamdulillah sampai sekarang belum pernah nama saya tercatat di kelompok tertentu. Apapun itu. Dan saya tidak pernah tertarik menjadi bagian dari kelompok atau organisasi tertentu. Baik yang resmi diakui pemerintah, apalagi yang dilarang oleh pemerintah.
Dituduh sesat..
Alhamdulillah sampai hari ini, kami masih sholat. Dan syahadat kami masih sama. Kiblat saya tetap ke Ka'bah. Nabi saya tetap Nabi Tercinta Muhammad sholallahu'alaihi wa salam. Dan Rabb saya tetap Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang Maha Esa.
Pun dengan ragam tuduhan lain..
Saya tak ambil pusing.
Mukmin itu..
Bergaulnya untuk ilmu, diamnya mencari selamat, bicaranya agar paham, dan jika dia menyendiri, itu untuk mencari keberuntungan. Bagi saya.. itu cukup.
Bagi saya.. sikap manusia kepadamu hanyalah wasilah bagi Alloh menunjukkan siapa yang harus dan layak untuk tetap berada dalam hidupmu.
Kalau benar mereka mencintaimu karena Alloh. Mereka akan mengedapankan prasangka baik dan mencari tahu alasanmu dan tujuanmu.
Mereka yang mencintaimu karena kepentingan semata, akan segera meninggalkanmu karena dianggap berbahaya demi keselamatannya. Dan tak membawa keuntungan apapun kepadanya.
Dan mereka yang memang sedari awal memusuhimu..
Akan semakin girang bersukaria sebab melihat bertambah lagi orang yang membencimu.
Namun apapun itu.. itu semua tidak penting.
Yang terpenting, adalah bagaimana Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memandangmu.
Yang terpenting, tidak ada niat dalam hatimu untuk berlaku dzolim dan menyakiti orang lain.
Manusia bisa salah persepsi.
Manusia bisa salah paham dan salah sangka.
Tapi Alloh lebih tahu apa isi hati.
Kalau ada yang masih dengan keras hati dan teguh pendirian tetap saja memfitnahmu. Dan segala pembelaan darimu tak juga dipertimbangkan..
Diam saja.
Katakan dalam hati dan jadikan doa..
"Baiklah saudaraku..
Aku berhenti membela diriku. Karena ternyata yang kau cari bukanlah kebenaran. Melainkan kepuasan hatimu sendiri atas prasangka yang kau ciptakan.
Maka izinkan nanti aku membawa hal ini di hadapan Alloh, menceritakan semuanya dan biarkan Alloh yang nanti menilai.
Jika aku benar.. semoga Alloh mengangkat derajatku. Jika aku salah, semoga Alloh mengampuniku.
Jika kau benar.. semoga Alloh menambahkan kemuliaanmu. Jika kau salah.. semoga Alloh menutup seluruh aib-aibmu. Aamiin"