Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari hari kemarin.
Dan semua perubahan baik pasti ada tandanya.
Dan tanda bahwa dirimu menunjukkan perubahan yang baik itu ada 3;
1. Mudah mengakui kesalahan dan belajar dari kesalahan itu.
Orang yang semakin baik karakternya, akhlaknya, dan kedewasaannya.. akan mulai berfokus pada perilaku instrospeksi diri.
Alih-alih menyalahkan orang lain terus menerus.. dia akan cenderung mudah untuk mengakui, bahwa memang dirinya juga salah.
Dan berperan dalam terjadinya apa-apa yang menimpa dirinya hari ini. Setelah itu, ia jadikan kesalahan di masa lalu sebagai pelajaran.
2. Mulai mencari ketenangan, bukan sekedar kesenangan.
Orang yang semakin baik kualitas hidupnya akan mulai berfokus pada ketenangan hati.
Baginya.. ketenangan itu lebih berharga daripada sekedar kesenangan yang bisa datang dan pergi begitu saja.
Mencari senang itu tak ada habisnya dan cenderung melelahkan. Tapi ketenangan senantiasa dekat dengan kekhusyukan, pendewasaan dan kesabaran.
Pikiran lebih jernih. Dan Keputusan pun lebih bijak.
3. Tidak senang membalas perilaku jahat orang lain, namun lebih senang mendoakan kebaikan mereka.
Dan inilah puncak kebaikan karakter seseorang yang bertumbuh.
Tak ada dendam.
Gemar memaafkan. Dan memohon ampun untuk mereka yang bahkan menyakiti hatinya. Bahkan kemudian mendoakan untuk kebaikan-kebaikan mereka.
Sebagaimana Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam yang memaafkan mereka yang mengecewakan hati Rasulullah ﷺ di perang uhud.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
"Maka berkat rahmat Alloh engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Alloh. Sungguh, Alloh mencintai orang yang bertawakal." (QS. Ali 'Imran: 159)