Jarak antara masalah hidupmu dan datangnya solusi itu, hanya terletak pada hadirnya ampunan Alloh atau tidak bagimu.
Faktor yang menentukan tentram dan tidaknya hidupmu itu, hanya tentang urusan apakah Alloh memberimu ampunan atau tidak.
Saya ibaratkan begini..
Misal di posisi kita sebagai anak. Ketika kita nakal.. tapi orang tua kita memaafkan, semua terasa baik-baik saja.
Mau tingkat kesalahannya besar atau kecil, tapi kok diberi maaf oleh bapak dan ibu.. kita seketika kembali senang dan ceria.
Atau permisalan lainnya..
ada seorang suami atau istri.. lantas bikin salah. Mau sebesar apapun salah yang diperbuat, ketika pasangan kita memaafkan dan melupakan..?? hal itu amat sangat melegakan.
Sebaliknya.. meski masalahnya sebenarnya kecil, remeh dan sepele. Tapi kalau pasangan kita tak juga memaafkan dan malah terus mempermasalahkan.
Atau orang tua kita marahnya tak kunjung selesai karena kenakalan sepele yang kita kerjakan. Maka yang demikian itu jadi sebab dunia rasanya sumpek, rumah terasa tak nyaman, dan pikiran pun susah untuk bisa jernih dan kreatif kembali.
Karenanya tidak akan menemukan ketenangan, orang yang tidak berusaha memohon ampun kepada Alloh di setiap waktunya.
Karena begitu Alloh memberi kita ampunan.. sebesar apapun masalah akan terasa ringan.
Karena begitu Alloh memberi kita ampunan.. sesulit apapun keadaan akan datang jalan keluar.
Karena begitu Alloh memberi kita ampunan.. sehina apapun keadaan seketika akan berubah menjadi mulia dan sempurna.
Itulah sebabnya di setiap gelisah..
Rasulullah ﷺ beristighfar. Bahkan beliau istighfar setiap hari setidaknya 100 kali.
Karena memperoleh ampunan Alloh itu wasilah bagi hadirnya ketenangan dan awal bagi hadirnya kebaikan.
مَنْ أَكْثَرَ مِنْ الِاسْتِغْفَارِ؛ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barang siapa memperbanyak istighfar; niscaya Alloh memberikan jalan keluar bagi setiap kesedihannya, kelapangan untuk setiap kesempitannya dan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka” (HR. Ahmad)
Yukk.. jangan bosen istighfar.