Tahukah kita bahwa ternyata, surga dan neraka itu nanti sama-sama diisi oleh para pendosa..?
Antum nggak salah baca..
Surga dan neraka itu, isinya sama-sama pendosa. Cuma Bedanya..
Penghuni surga adalah mereka yang dulunya melakukan dosa, lalu menyesal dan bertobat kepada Alloh. Dan Alloh menerima tobatnya sebelum datang ajalnya.
Sementara penghuni neraka adalah mereka yang tidak pernah menyesal setelah berbuat dosa. Bangga dengan kemaksiatannya, dan sampai ajal menjemput mereka tidak bertobat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
Karenanya, setelah direnungkan..
Saya paham, bahwa untuk menjadi seorang muslim yang baik dan sukses pada akhirnya.. sebenarnya hanya perlu membiasakan satu langkah ini saja.
Yaitu, selalu kembali kepada Alloh ﷻ apapun yang terjadi. Lagi, lagi dan lagi.
Seberapa sering pun engkau melakukan kesalahan. Sebesar apapun dosa yang kau lakukan. Sesegera itu pula kita langsung kembali kepada Alloh.
Bertobat dan mengaku salah.
Kawan..
Penghuni surga itu bukanlah orang yang dari lahir sampai mati terus-terusan suci dari dosa. Mereka hanyalah orang-orang yang jumlah serta kualitas tobat dan penyesalannya jauh lebih besar dari seluruh maksiatnya.
Dan ingat..!!
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala tidak membebanimu untuk menjadi hamba yang suci paripurna dan tidak berdosa sama sekali. Tapi Alloh memintamu untuk bersegera mencari ampunan Alloh setiap kali berbuat dosa.
Dan itu yang lebih Alloh cintai dari hambaNya.
وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ
"Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Ali 'Imran: 133)
Yang Alloh inginkan bukanlah seorang hamba yang tidak pernah salah. Bukan..!!
Yang Alloh cintai justru mereka yang berbuat salah, namun segera menyesal dan kembali kepada Alloh untuk bertobat dan memohon mengharapkan ampunan.
Jangan merasa kecil hati..
Yang sudah lewat ya sudah.
Jangan merasa kotor dan hina terus menerus.
Karena kita semua sejatinya adalah pendosa yang sama-sama sedang berusaha mencari jalan pulang.
Jalan yang selamat lewat terus menerus bertobat.