Jangan membalas perilaku jahat musuhmu.. hal itu hanya akan menyia-nyiakan waktumu, meracuni hati dan menjatuhkan diri dalam lembah keburukan yang sama dengan mereka yang jahat itu.
Tunjukkan bahwa memiliki iman, membuatmu tidak sama dengan mereka.
Rasulullah sholallahu'alaihi wa salam bersabda..
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya”.
Jadi muslim itu.. berusaha menyelamatkan. Bukan mencelakakan.
Jadi muslim itu mendamaikan.. bukan menambah permusuhan.
Tahan sekuat tenaga untuk membalas perilaku buruk orang lain.
Tenangkan hati, bersabar dan doakan.
Namun.. Jika begitu amat sangat ingin dirimu membalas perilaku jahat mereka. Maka fokuslah menggunakan kekuatan yang kau miliki untuk menambah manfaat dirimu dan kualitasmu.
Karena prestasimu di masa depan yang menjadikanmu lebih baik dan lebih sukses.. akan terasa amat sangat membakar hati mereka yang membencimu.
Dan itulah cara terbaik membalas kejahatan tanpa harus merendahkan dirimu sendiri.
Islam tidak melarang untuk membalas kejahatan, jika memang dengan itu.. orang baru bisa tersadar tentang apa itu arti dari tidak berbuat dzolim.
Namun.. jika mampu dan mau.
Memberi maaf jauh lebih utama dan lebih dianjurkan.
Dan pahalanya istimewa..
Langsung dari Alloh ﷻ.
وَجَزٰٓ ؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚ فَمَنْ عَفَا وَاَ صْلَحَ فَاَ جْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Alloh. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim." (QS. Asy-Syura: 40)