Tidak sengaja kemarin saya melihat satu postingan Viral.. seorang bapak-bapak yang sabar betul ketika menagih hutang. Setiap ditagih selalu alasan..
Dan ada saja alasannya.
Menariknya.. si bapak ini sabar merespon setiap alasan. Bahkan riwayat chat pun sampai berjalan 3 tahun lebih.
Dan belum juga dibayar.
Saya jadi ingat pengalaman zaman dulu..
Pernah ada seorang mahasiswi yang jadi binaan kami punya hobi pinjem uang.
Dulu saya punya satu komunitas yang menghimpun anak-anak muda untuk belajar usaha, mindset dan beragam skill positif. Tujuannya tentu agar mereka maju di masa depan..
Termasuk di antaranya si mahasiswi ini ada di dalamnya. Awalnya dulu saya pikir karena memang butuh.
Pertama.. pinjam uang untuk berobat, alasannya sakit. Saya pinjami.
Kedua.. alasannya yang sama. Saya masih baik sangka.
Ketiga.. alasan untuk modal usaha. Saya masih baik sangka.
Begitu keempat.. saya mulai curiga. Hutang yang lama belum dipulangkan kok berani pinjam lagi. Saya mulai alasan untuk menolak.
Ternyata.. tak lama dia masih berani pinjam lagi. Yang ini saya sudah mulai nggak percaya lagi. Akhirnya saya bilang..
"Kita nikah saja.. kamu jadi istri saya.
nanti semua harta saya boleh kamu pakai.."
Dan seketika dia tidak pernah minjem uang lagi dan bahkan menghilang tak pernah muncul lagi.
Ternyata.. Salah satu cara agar tidak lagi dipinjemi uang adalah si orang itu diajak nikah saja. Wkwkwkwk..
Untung nggak mau.
Padahal kalau dia bilang iya.. mau nikah sama saya, mungkin saya yang malah bingung. Hehehehe..
Demikianlah tips tidak berguna yang tidak untuk ditiru.
Pelajarannya..
Pertama.. Jangan mudah memberi pinjaman hutang kepada orang lain. Karena hutang sering jadi sebab rusaknya silaturahim.
Kedua.. kalau berkenan memberi hutang. Siap-siap saja ikhlas tidak dikembalikan. Itu jauh lebih membuat hati tenang. Tidak berharap.. Dan tidak di PHP-in orang. Akhirnya emosi berkepanjangan.
️Ketiga.. berikanlah pinjaman hanya kepada mereka dengan alasan yang sangat mendesak. Misal sakit untuk berobat, atau hal lain yang sangat mendesak dan penting. Tapi tetap ingat pelajaran kedua. Siap dari awal jangan berharap itu kembali. Maka biasanya saya kalau memberi hutang, saya berikan nilai terkecil yang sekiranya saya ukur.. dia masih bisa pakai, dan andai tidak kembali saya tak merasa kehilangan. Win-win solution.
Atau bahkan dari awal saya akadkan sedekah saja.. Saya sampaikan.
"Ini saya bantu mas/ mbak. Nggak usah hutang." Biasanya besok jadi sungkan lagi kalau ternyata memang niatnya nggak bener.
Keempat.. jangan sembarang ngajak orang nikah orang lain. Hehehe.
Selamat akhir pekan..
Selamat kumpul keluarga. Dan ikhlaskan hutang-hutang yang lama tidak tertagih itu. Agar hati segera bahagia.
Agar hati tak sering lagi dikecewakan.
Nanti insyaallah.. diganti Alloh rezeki yang lebih besar dunia akhirat.. aamiin Allohuma Aamiin
“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 280)