Tidak semua teman kita saat ini adalah orang-orang yang langsung baik sejak dulu.
Ada yang mungkin malah lebih banyak tengah berjuang menutupi kesalahannya di masa lalu. Yang dulunya punya kesalahan, aib dan cerita hidup yang buruk.
Maka, jangan cari tahu apa yang seharusnya tidak perlu kita ketahui..
Orang baik tidak kepo dengan masa lalu orang lain, apalagi kesalahannya.
Yang sudah senang ngaji, harusnya tidak akan menikmati aib temannya.
Hargai perjuangan temanmu yang tengah sekuat tenaga menghapus jejak buruknya.
Karena mungkin di balik semangatnya, setiap sendirian ia menangis menyesali dosanya.
Jangan cari tahu masa lalunya..
Sebagaimana kita tak ingin orang lain tahu tentang keburukan yang pernah kita lakukan.
Karena salah satu cara menghormati teman yang sedang berusaha jadi baik adalah jangan berusaha mencari tahu kesalahannya, masa lalunya, atau apapun cerita kelamnya.
Agar kita senantiasa memandang mereka sebagai orang baik.. Dan biarkan kenangan mereka sebagai orang baik yang ada di pikiran dan hati kita.
Agar kita tetap baik sangka pada mereka.
Namun jika tanpa sengaja engkau tahu keburukan masa lalunya. Tutup sampai di dirimu, dan simpan sebagai pertimbangan pribadi. Cukup.
Tidak perlu saling adu bersihnya diri..
Karena kita pun tak punya jaminan lepas dari kesalahan.
Jangan merasa paling baik hingga merasa pantas membicarakan keburukan orang.
Padahal kita termasuk yang tidak tahu akhir perjalanan sendiri..
Apakah beruntung, atau rugi..?
Apakah berakhir baik, atau buruk..?
Apakah ahlul jannah atau ahlun naar..?
Amalan belum tentu diterima.
Pahala belum tentu semua dinikmati.
Maka yang terbaik adalah sikap saling menjaga dan menyemangati dalam kebaikan.