Hidup ini.. kalau tidak berisi tawa, ya tangis. Dan harusnya kita sudah tahu itu sejak lama..
Karena rasanya.. kita bukan orang yang baru hidup kemarin.
Jangan berharap hidup isinya selalu tawa dan bahagia saja..
Itu Naif namanya.
Terima keduanya. Dan bersahabat dengan keduanya.. terbiasalah dengan kehadiran keduanya. Tangis dan Tawa.
"dan sesungguhnya Dialah (Alloh) yang menjadikan orang tertawa dan menangis," (QS. An-Najm: 43)
Kalau Alloh menciptakan tertawa dan menangis, masak kita hanya senang dengan satu ciptaannya saja (tertawa).
Ini tidak hanya berlalu untukmu saja.. tapi juga untuk orang lain.
Yang kita lihat bahagia dan sempurna tampaknya.. pasti punya juga persoalannya sendiri.
Kita pun begitu.. kalau lagi sedih, pasti ada juga masa pernah senangnya.
Jangan sedih terus yang diingat..
Senang juga harus diingat.
Wong hidup ya cuma dua itu saja isinya.
Maka, yang jadi masalah terbesar bukanlah datangnya kesedihan.
Tapi masalah besar itu adalah.. ketika sedih datang, lalu tiba-tiba kemampuan bersyukur hilang.
Seketika bingung dengan apa yang harus disyukuri.
Seketika lupa semua tawa dan kebahagiaan kemarin. Seolah dunia langsung runtuh, hidup langsung buruk dan nasib terasa sial.
Kata "alhamdulillah" saja tak terpikir.
Ini baru masalah. Musibah besar.
Diingatkan syukur dan sabar, malah marah.
"Enak aja nyuruh sabar, Kamu nggak ngerasain sih.."
Wis.. angel.. angel.. Hehehe.
Sebab itu, terus berdoa..
Minta agar jadi orang yang pandai bersyukur meski sedang dalam sedih sekalipun.
Dan jika harus menangis..
Maka menangislah hanya di hadapan Alloh.
Agar tidak terhina di hadapan manusia, dan makin mulia di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta'ala..