Ketika ditanya..
Apa itu ikhlas??
Bagi saya.. Ikhlas itu tidak harus selalu rela. Mungkin ada sedikit kecewa.. tapi memaksa diri tunduk dan menerima atas apa yang terjadi. Itu Ikhlas.
Ikhlas adalah memaksa diri menerima.
Menerima konsep..
Bahwa apa yang pergi berarti bukan jodohmu.
Bahwa apa yang hilang berarti bukan untukmu.
Bahwa apa yang tak jadi dimiliki berarti bukan rezekimu.
Ikhlas itu ketika ada yang mengecewakan.. kita bertahan untuk tidak mengeluh. Sebab hati dipaksa menerima.
Karenanya.. Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karamallahu wajhah pernah berkata..
“Ketika kamu ikhlas menerima kekecewaan dalam kehidupanmu, maka Alloh akan membayar kekecewaan itu dengan beribu-ribu kebaikan.“
Ikhlas itu tidak selalu rela..
Tapi menahan diri dari meluapkan apa yang dirasakan di hati sebagai kekecewaan.
Kecewa mungkin ada.. namanya masih manusia.
Kadang kita sudah terlanjur membayangkan dan mengharapkan.. tapi begitu datang, berbeda dengan bayangan.
Apa yang terjadi.. tak sama dengan yang dikehendaki..
Karena apa-apa yang dipisahkan hari ini darimu.. bisa jadi kelak itu adalah hal yang paling kau syukuri, meski sekarang rasanya begitu sakit dan sulit.
Ikhlas adalah meski berat tetap jalankan.
Meski kecewa tetap terima.
Sambil memaksa diri terus berterima kasih kepada Alloh. Jika belum sampai di level hati, minimal lisan tak sampai mencaci..