Sebenarnya.. tidak ada orang yang sedang baik-baik saja.
Dan itu fakta.
Ada yang bisa nongkrong dimana-mana bersama teman. Tapi belum Alloh takdirkan punya pasangan.
Yang punya suami.. ternyata suaminya kasar dan pemalas. Yang suaminya baik dan sholeh, tapi Alloh uji dengan pendapatan suami yang kecil.
Yang punya istri.. diuji dengan rewelnya. Yang punya istri sabar dan taat, diuji belum hadirnya keturunan.
Yang punya anak, tak sedikit yang Alloh uji dengan penyakit bawaan pada anaknya. Yang anak-anaknya sehat, biaya pendidikannya tak tergapai.
Ada yang keluarganya masih lengkap.. tapi jarang bisa duduk bertemu bersama karena semua sibuk bekerja.
Sementara yang keluarganya begitu hangat dan dekat.. Alloh belum takdirkan punya tempat tinggal milik sendiri.
Yang ada pekerjaan, kebutuhan belum cukup juga. Yang jadi pengusaha, harus memikirkan bagaimana cara bertahan dan menghidupi karyawan.
Hidup ini tidak pernah berada di titik bernama SEMPURNA. Yang ada, adalah berlatih menuju pribadi bersyukur apapun keadaannya.
Selama hidupmu tidak banyak memandang nikmat orang lain dan mengukur level kenikmatanmu dengan apa yang orang lain miliki. Sebenarnya hidupnya sudah cukup baik. Bahkan mungkin teramat baik.
Bahkan tanpa kita sadari..
Mungkin saat ini, ada mata yang sedang melihat kehidupanmu sambil membatin penuh harap.. "enak ya jadi dia. Aku pingin seperti dia."
Sementara di saat yang sama.. terkadang kita malah lupa bersyukur, dan masih merasa kurang dan tak sempurna.
Kita semua sama..
Sedang berjuang menjadi versi paling terbaik di tengah beragam problem yang kita sembunyikan.
Jika ada yang kau lihat hidupnya teramat sempurna.. itu hanya lantaran 2 hal saja.
1. Kita tak benar-benar mengenal mereka.
2. Atau mereka yang teramat pandai menyembunyikan kesulitannya, tak suka mengeluh.. sehingga mampu fokus menampakkan nikmat Alloh yang ada padanya.