Berbincang dengan banyak orang yang sudah melalui fase-fase sulit dalam hidup. Dan kemudian hidupnya perlahan berubah membaik..
Saya mengambil satu pelajaran besar.
Belajarlah menjadi pribadi yang lebih tenang. Sebab, mudah terbawa emosi.. sebenarnya telah membuat kita kehilangan banyak hal selama ini.
Reaktif sering membuat kita menyesal.
Amarah membuat kita sering salah mengambil keputusan.
Meluapkan perasaan membuat kita malu dan dipermalukan begitu kelepasan.
Ujian dan masalah hidup sebenarnya tak semengerikan sudut pandang kita selama ini. Kita aslinya adalah korban dari pikiran kita sendiri yang bergerak terlalu liar dan terlampau khawatir dengan bayangan yang kita buat sendiri.
Maka.. belajar tenang adalah nasihat yang penting agar perjalanan dewasa lebih nyaman.
Perlu kita renungkan dengan mendalam salah satu nasihat Sayyidina Ali bin Abi Thalib Radhiallahu'anhu,
"Jangan terlalu dikejar, jika memang jalannya pasti Alloh memperlancar. Karena yang menjadi takdirmu, akan mencari jalannya untuk menemukanmu."
Akhirnya saya belajar dari banyak pengalaman dan nasihat para ulama..
Bahwa kunci suksesnya hidup adalah ketika kita tak lagi mempersoalkan kenapa semua takdir ini terjadi.
Kenapa diuji semacam ini..
Kenapa mengalami hal tersebut dan seterusnya.
Hidup yang tak lagi kecewa dengan apa yang terjadi. Yang ada hanya tenang, ridho, ikhlas dan jalani. Hebat lagi kalau bisa bersyukur.
Kendalikan diri..
Fokus pada apa yang bisa dikontrol, dan abaikan yang berada diluar kontrol kita.
Jangan menyandarkan hatimu kepada apapun yang ada di dunia. Cukup sandarkan semua harapan hanya kepada Alloh saja.
Jangan dibuat berantakan oleh pikiran sendiri.
Bersahabatlah lebih dekat dengan hati, agar semua nampak lebih tenang dan terkendali.