Banyak yang sering berkomentar di FB saya bahwa apa yang saya tulis begitu pas dengan apa yang dialami..
Tentu itu bukan karena saya bisa meramal. Bukan karena saya tahu isi hati..
Melainkan karena 2 Hal..
1. Alloh Azza wa jala yang memberikan ilham.
2. Semua tulisan itu memang saya dedikasikan ke kawan-kawan yang selama ini sering menceritakan persoalannya ke saya.
Karena terkadang.. Saya tak punya kesempatan membalas satu per satu. Maka dengan tulisan-tulisan saya di beranda ini.. semoga secara tidak langsung bisa membantu mengurai rasa di hati kawan-kawan.
Sebab saya belajar..
Ringan beratnya masalah yang dihadapi ternyata juga dipengaruhi oleh banyaknya ilmu di dalam hati. Semakin banyak ilmunya, masalah semakin ringan terasa.
Saya sering mencontohkan begini..
Misal, ada di antara kita yang naik motor, lalu macet di tengah jalan.
Macet ini bisa jadi masalah besar atau ringan tergantung ilmu orang yang mengalami.
Bagi yang tak paham motor.. macet itu bikin panik dan keringat dingin. Tapi bagi yang paham, pasti ya santai aja.
Dia langsung analisa, cari sumber masalah dan memilih alternatif solusi yang tepat.
Ilmu itu meringankan beban..
Jika hidup penuh beban.. mungkin karena kita kurang ngajinya. Kurang paham bagaimana mengurai masalah sesuai yang Alloh mau.
Rumi pernah menuliskan satu kalimat yang sederhana namun indah sekali bagi saya. Begini kira-kira bunyinya..
"Aku mencintai permasalahanku. Sebab aku tahu, yang memberiku permasalahan juga mencintaiku."
Maka kunci ringan menjalani hidup tentu dimulai dari mencintai yang memberi hidup.
Maka tak salah jika Alloh mengingatkan manusia ketika butuh pertolongan adalah Sholat dan sabar.
Karena sholat adalah bentuk membalas cinta makhluk atas cinta-Nya Alloh.
Dan sabar adalah wujud senang dengan pemberian Alloh.
Kenali Alloh Subhanahu Wa Ta'ala..
kenali DIA lewat banyak-banyak mendekat dengan ahli ilmu dan majelisnya.
Insyaallah.. kita tak akan lagi benci dengan apapun yang dihadapi dan ditemui..
lantaran tahu hidup ini diatur oleh yang mencintai kita.