Makin dewasa makin paham. Bahwa dunia ini ternyata berisi begitu banyak kepalsuan.
Ada, yang kita lihat nampaknya berada.. ternyata sedang memaksakan diri hanya agar dianggap mampu. Kadang sebaliknya..
Yang kita lihat bahagia.. ternyata sedang menyembunyikan kesedihannya. Yang kita lihat selalu senang, ternyata hanya karena pandai menutupi luka-lukanya.
Akhirnya jadi belajar..
Bahwa hidup, adalah seni tentang memperlihatkan yang pantas dilihat orang lain dan kemampuan menyembunyikan apa-apa yang tak pantas dilihat orang lain.
Bukan sebaliknya..
Yang tak pantas dan seharusnya aib malah dipertonton-tontonkan.
Sembunyikan kesedihanmu dan tampakkan bahagiamu.. karena mungkin hal yang sama juga kau lihat dari orang lain.
Tunjukkan yang baik-baik dari hidupmu..
Ini bukan munafik, tapi berbaik sangka kepada Alloh bahwa Alloh senang menutupi aib hambaNya.
Tebarkan positif vibes..
Alirkan energi positif di sekitar kita..
Lewat senyum, hidup yang nampaknya bahagia. Menjalani semua dengan syukur. Dan terus berjuang sabar apapun keadaannya.
Siapa yang pandai memperlihatkan hal yang pantas.. Maka dia akan dimuliakan.
Dan mereka yang pandai menyembunyikan yang tak pantas dilihat.. ia akan cenderung dihormati.
Kalau ada hal baik yang Alloh berikan kepadamu, tampakkan..!!
Bukan dengan niat sombong.. namun untuk menunjukkan besarnya nikmat Alloh.
Dari Abu Nadhroh, ia berkata,
كان المسلمون يرون أن من شكر النعم أن يحدّث بها.
“Dahulu kaum muslimin menganggap dinamakan mensyukuri nikmat adalah dengan seseorang menyiarkan (menampakkan) nikmat tersebut.” Diriwayatkan oleh Ath Thobari dalam kitab tafsirnya, Jaami’ Al Bayaan ‘an Ta’wili Ayyil Qur’an.
Syi'arkan..!!
Hanya yang baik-baik..
kabar baik.
Keadaan yang baik.
Dan nikmat Alloh yang tiada terbatas.
Biarkan orang lain melihat betapa bersyukurnya kita. Betapa bahagianya kita..
Yang sedih, yang nggak enak dan yang buruk.. cukup kita dan Alloh saja yang tahu.
Pinggirkan dulu sedih..
Sembunyikan galau.
Dan simpan rapat aib-aib.