Kita ini hanyalah kumpulan cerita..
Siapa kita hari ini adalah hasil dari cerita yang kita buat dan kita bangun.
Ada cerita yang asli terjadi..
Ada yang sengaja kita buat untuk kepentingan sendiri. Yang tahu aslinya hanya kita dan Alloh saja.
Kadang ada lucunya.. kadang ada bab dramanya.
Ada bab perjuangan, ada pula bab kejatuhan.
Ada bab cinta, ada juga bab pengkhianatan.
Kita adalah cerita yang dibaca oleh orang lain. Ada yang suka, ada yang benci.
Ada yang memuja, ada yang mencaci.
Ya karena memang tak semua orang punya selera cerita yang sama.
Sebab itu.. berhati-hatilah memasukan tokoh-tokoh dalam cerita yang kita buat.
Tak semua tokoh bisa membangun bagus jalannya cerita
Ada tokoh yang ketika dimasukkan dalam alur, ternyata malah merusak cerita dan membuat bingung kita sebagai penulisnya..
Ada yang karena berusaha menguatkan tokoh tertentu.. ia mengorbankan tokoh lainnya.
Ada yang ingin membuat alur cerita yang baru, alur utama malah rusak dan tak lagi menarik dibaca.
Berhati-hatilah membangun cerita..
Karena sekali alurnya keliru, butuh usaha besar untuk memperbaikinya.
Belum lagi, ditambah harus mengembalikan kepercayaan pembaca agar mau membaca lagi cerita-cerita kita.
Tapi ada yang perlu diingat..
Bahwa pada akhirnya, sebagus-bagusnya kita membuat cerita..
Alloh Subhanahu Wa Ta'ala adalah penulis cerita terbaik.
Kalau Alloh yang sudah bekerja..
Semua cerita kita tak akan lagi ada artinya.
Kalau Alloh sudah berkehendak..
Semua cerita yang tak kita skenario pun bisa saja mengalir dengan sendirinya, merangsak muncul tanpa koma.
Akhirnya saya belajar..
Sebaik-baik cerita adalah kejujuran.
Sebaik-baik bab adalah tentang perjuangan dan kesetiaan.
Dan sebaik-baik tokoh, adalah yang membersamai kita di semua jalan cerita, di semua keadaan.
Bukan yang hanya ada saat cerita sedang seru.. Dan lekas pergi saat cerita sedang pilu.