Setiap nikmat yang Alloh berikan itu.. tidak hanya sekedar untuk disyukuri.
Tapi harus diubah menjadi modal ketaatan kepada Alloh yang lebih lagi.
Sebab.. setiap kenikmatan yang tidak menjadikan kita semakin mendekat kepada Alloh.. sesungguhnya itu adalah musibah.
"Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Bila kamu melihat Alloh memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj.” (HR. Ahmad)
Apa itu Istidraj..??
Bahasa gampangnya.. itu adalah semacam jebakan yang Alloh persiapkan untuk membuat seorang hamba jatuh terhina saat berada di puncak kelalaian.
Ibarat mau dijatuhin.. ditunggu sampai naik dulu ke lantai 10.
Biar makin sakit rasa jatuhnya..
Pas udah melekat di hati, langsung ditarik dengan paksa.
Ibarat diambil pas lagi sayang-sayangnya..
Di-ghost-ing pas udah terlanjur nyaman.
Ditinggal pas lagu cinta-cintanya.
Sakit dan nyesek gitu..
Maka jangan gampang silau dengan ketenaran, kekayaan, jabatan, pengaruh dan segala macam kemudahan.
Karena jika kita yang mendapatkannya.. tak ada jaminan kita selamat dari ujian itu.
Sebab ada banyak orang yang makin kaya, makin terkenal.. ternyata semakin mudah mengakses maksiat masuk dalam kehidupannya.
Makin diberi kelapangan, makin betah bermaksiat..
Naudzubillah min dzalik..
Tinggal sekarang kita lihat ke diri masing-masing.
• Jika ada kendaraan makin bikin males ibadah. Maka itu bisa jadi bukan nikmat, tapi musibah.
• Jika setelah punya rumah, jadi berat bangun malam.. Maka bisa jadi itu musibah.
• Jika setelah punya pasangan, malah semakin jauh dari Alloh.. itu musibah.
Dan bila dengan segala maksiat (yang kita pertahankan) kok Alloh masih berikan banyak rezeki.. Maka segera waspada dan berhati-hati.
Jangan sampai telat menyadari..
Tahu-tahu kita terjatuh terpuruk dalam istidraj.