Hari ini saya belajar dari orang-orang yang hidupnya tak lagi dikendalikan keadaan.
Beliau tak peduli apa posisinya, dikenal atau tidak keberadaannya, dan tak peduli dengan bagaimana orang-orang membicarakannya.
Bagi beliau.. yang penting hidupnya manfaat dan orang sekitar merasakan manfaatnya.
Saya belajar dari obrolan panjang dan mendalam..
Orang yang hidupnya nyaman dan tentram itu, adalah mereka yang mengamalkan 3 kebiasaan ini..
1. Hatinya senang ketika orang lain bahagia. Maka ia tak keberatan melakukan sesuatu jika itu jadi sebab bahagianya orang lain..
2. Ia selalu berusaha untuk tidak membenci siapapun. Alhasil.. hatinya begitu pemaaf.
3. Hidupnya hanya diisi rasa syukur. Karena itu, apapun yang sampai ke tangannya dilihat sebagai hadiah terbaik dari Alloh untuknya.
Inilah hatinya orang yang selamat.. alias Qolbun Salim.
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَا لٌ وَّلَا بَنُوْنَ
اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ
"(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Alloh dengan hati yang bersih," (QS. Asy-Syu'ara': 88-89)
Bahagianya tidak diletakkan di harta dunia orang lain.
Hatinya tidak diarahkan untuk berharap dari orang lain.
Dan pikirannya tidak sibuk memikirkan apa yang dilakukan orang lain.
Kepo-nya hanya untuk ilmu yang manfaat dan resahnya hanya pada amal dirinya sendiri.