Pentingnya belajar tentang kapan seharusnya menghormati dan membenarkan adalah agar kita tetap bisa objektif saat yang haq dan yang bathil bercampur.
Seperti saat ini.. Saat kita tak lagi bisa melihat, apakah para pesohor itu semuanya baik atau buruk..
Karena kini semua bermain citra.
Sosial media dan beragam bentuknya..
Telah menjadi alat untuk membangun citra diri hanya yang baik saja. Termasuk mungkin saya pastinya.
Maka, Saya diajarkan guru saya untuk selalu memisahkan antara 2 hal ini..
Yaitu MENGHORMATI dan MEMBENARKAN.
Menghormati tidak selalu membenarkan.
Dan andai pun kita tidak menaruh hormat, tidak juga harus selalu menyalahkan.
Nilai perilakunya, jangan karena siapa yang melakukannya.
Kalau salah.. katakan salah, meski kita mengenalnya.
Kalau baik.. akui kebaikannya, meski kita tak terlalu sepaham pada banyak hal.
Saat melihat orang lain..
Jangan karena satu salah.. semua hidupnya harus hitam seolah ia tak punya kebaikan.
Jangan juga karena kita kenal baik.. lantas semua yang dilakukan orang tertentu pasti benar.
Semua pasti ada kurangnya.
Pun pasti mereka juga ada kelebihannya.
Mereka punya aib, kita juga. Jangan-jangan lebih banyak kita aibnya.
Kita punya amal kebaikan.. mereka pun punya. Jangan-jangan malah lebih banyak mereka.
Pandang semua sesuai porsinya.. agar apa yang benar tetap terlihat benar. Dan yang salah tak menjadi samar.
Dunia akhir zaman penuh dengan tipuan..
Jangan sampai kita tertipu, apalagi menipu hati nurani sendiri.