Seorang muslim itu.. tidak boleh punya cita-cita, yang ketika cita-cita itu dirancang, hal itu hanya untuk dirinya sendiri atau sekedar untuk keluarganya saja.
• Nyari harta hanya untuk anak istrinya.
• Punya kendaraan hanya untuk memudahkan kepentingannya atau sebab sombongnya.
• Punya aset hanya untuk kegagahannya.
Tidak boleh..!!!
Karena setiap cita-cita seorang muslim.. haruslah disambung dengan 2 hal.
1. Harus disambung untuk memudahkan urusan akhirat.
2. Harus jadi manfaat untuk banyak orang.
Muslim itu.. kalau punya cita-cita tuh kayak gini..!!
Punya punya harta.. Agar bisa sedekah yang banyak ke orang yang membutuhkan, dan hartanya jadi sebab mudahnya urusan akhiratnya kelak, bukan malah jadi beban berat saat hisab.
Bisa zakat, bisa Qurban, naik haji dan ngumrohin banyak orang.
Punya aset harus dipikir bahwa kelak itu akan jadi wakaf yang manfaat dan bisa seluas-luasnya dimanfaatkan untuk orang banyak.
Punya anak.. jangan karena sekedar ingin punya keturunan dan buat gemes-gemesan. Tapi pastikan kelak menjadi syafa'at di yaumul qiyamah dan kelak ia jadi orang berilmu yang menjadi penerang kaum muslimin.
Impian kok egois..?!! Hanya untuk diri sendiri.
Capeknya sama, mumetnya sama. Sama-sama bercita-cita kok tanggung.
Maka mulai sekarang.. cek impian kita..!!
Masihkah hanya untuk diri sendiri dan keluarga kita?? Kalau masih, segera ubah.
Tambatkan ke urusan akhirat, dan luaskan manfaatnya.
Agar Alloh datangkan lebih banyak sebab kebaikan dan keberkahan.
Bahkan pun jika nantinya belum terwujud.. setidaknya sudah ada niat yang tercatat di sisi Alloh atas amal baik yang hendak dilakukan. Terwujud tak terwujud sudah selamat.
Dalam satu hadits Rasululloh shollallahu'alaihi wa sallam bersabda..
"Seseorang yang Alloh beri ilmu dan harta lalu dia bertakwa kepada Alloh, menyambung silaturahim (hubungan dengan kerabat), dan mengetahui hak Alloh pada harta tersebut. Orang ini yang paling utama kedudukannya di sisi Alloh.
Seseorang yang Alloh beri ilmu tetapi tidak diberi harta, lalu dia berkata, "Andai aku punya harta, aku akan melakukan seperti amalan si fulan." Karena niat baiknya itu, dia dan orang pertama sama dalam pahala."
[penggalan HR. At-Tirmidzi dan Ahmad]
Niat pun bisa jadi sebabnya kita terangkat derajat dan kedudukan. Maka bermimpilah yang besar dan luas, agar Alloh membesarkan kedudukan kita di dunia dan di akhirat. Aamiin..
Sampai para ulama berpesan..
"Barang siapa yang mati dalam keadaan hanya memikirkan dirinya sendiri.. Maka dia mati kerdil."